Publikasiterkini.com° Pasuruan – Aksi sigap personel kepolisian di lapangan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komoditas hewan ternak hasil kejahatan di wilayah hukum Pasuruan Kota. Petugas gabungan terpaksa melakukan pengejaran secara intensif setelah mencurigai aktivitas mencurigakan sejumlah orang pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Meskipun para pelaku pencurian berhasil meloloskan diri ke dalam lebatnya tanaman tebu, seluruh komoditas curian berhasil diselamatkan oleh aparat. Langkah taktis ini langsung mendapat apresiasi besar dari warga desa yang kerap resah dengan ancaman kehilangan aset berharga mereka.
“Mengetahui dikejar oleh petugas, pelaku berhasil melarikan diri dan hasil penyisiran di lokasi tim URC berhasil menemukan 3 ekor sapi,” ungkap Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly, Jumat (29/5/2026). Pihaknya menegaskan bahwa penyisiran menyeluruh di area perkebunan tebu ditekankan guna memastikan tidak ada barang bukti yang tertinggal.
Operasi penggagalan ini bermula dari patroli rutin yang digelar oleh unit reaksi cepat bersama jajaran Polsek Grati di kawasan Dandang Gendis. Insting tajam para personel di lapangan terbukti ampuh saat mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan gerombolan orang yang menggiring paksa hewan berkaki empat.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa komoditas yang disita petugas merupakan milik seorang peternak lokal asal Desa Kapasan yang sempat pasrah pasca-kandangnya dibobol maling. Berdasarkan pelacakan rute, para pelaku nekat menggiring komoditas tersebut dengan berjalan kaki melintasi batas kecamatan.
“Pokoknya sapinya itu dari kandang sampai ditemukan sama polisi jaraknya sekitar 10 kilometer. Baru tahu kalau sapi punyaku hilang sekitar pukul 05.00 WIB,” cerita Bunen kepada media. Pria paruh baya ini mengaku sangat terbantu oleh respons cepat kepolisian yang berhasil mengembalikan aset utamanya sebelum sempat dijual ke pasar gelap.
Kini, seluruh hewan ternak berupa tiga ekor sapi tersebut telah diamankan di markas komando guna proses pencocokan dokumen kepemilikan resmi. Aparat penegak hukum berjanji tidak akan mengendurkan pengawasan malam hari demi menjaga stabilitas keamanan sektor peternakan warga.
Polisi juga telah mengantongi sejumlah petunjuk krusial dari lokasi kejadian untuk memburu komplotan pelaku yang identitasnya mulai teridentifikasi. Masyarakat diimbau untuk kembali mengaktifkan sistem pos ronda malam guna mempersempit ruang gerak para spesialis pencuri hewan kurban.
SH


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini