Publikasiterkini.com° Surabaya _ Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jatim (Jatim) memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan sejumlah DPD Demokrat di berbagai provinsi telah lebih dahulu melaksanakan Musda. Sementara untuk Jatim, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari DPP terkait waktu pelaksanaan.
“Di seluruh Indonesia sebagian provinsi atau DPD sudah melakukan Musda. Untuk Jatim kami tentu akan mengikuti arahan dari DPP mengenai waktu pelaksanaan Musda,” ujar Emil, Kamis (28/5)
Menurutnya, Musda menjadi agenda penting bagi partai untuk memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pesta demokrasi mendatang. Meski Pemilu 2029 masih cukup lama, Emil menilai proses penguatan struktur partai tidak bisa dilakukan secara mendadak.
“Memang kelihatannya masih lama, tapi konsolidasi ini bertahap. Setelah Musda nanti ada Muscab, kemudian ada penyegaran sampai level PAC. Jadi tidak boleh terlalu mepet,” katanya.
Ia menjelaskan, secara administratif masa kepengurusan sebenarnya masih memungkinkan berlangsung hingga tahun depan sesuai surat keputusan yang berlaku. Namun demikian, peluang pelaksanaan Musda pada tahun ini tetap terbuka.
“Kalau mengikuti SK sebenarnya bisa sampai tahun depan. Tapi kemungkinan besar ada kemungkinan tahun ini. Sekali lagi semua tergantung keputusan DPP. Kami tegak lurus pada arahan DPP,” tegasnya.
Saat disinggung mengenai peluang dirinya kembali maju sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil memilih memberikan jawaban diplomatis. Ia meminta semua pihak menunggu dinamika yang berkembang menjelang Musda. “Lebih seru kalau kita menunggu waktunya saja,” ucapnya sambil tersenyum.
Dalam kesempatan itu, Emil juga menanggapi isu mengenai posisi sekretaris DPD yang disebut-sebut bakal menjadi perhatian dalam Musda mendatang. Namun ia menegaskan bahwa penentuan jajaran kepengurusan bukan ditentukan secara personal oleh ketua terpilih.
Menurut Emil, kepengurusan Demokrat dibentuk melalui mekanisme formatur yang melibatkan lintas unsur partai termasuk DPP.
“Kalau ketua dipilih melalui Musda, tetapi kepengurusan dipilih melalui formatur. Formatur ini lintas elemen dan tentunya di dalamnya juga ada DPP,” jelasnya.(*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini