Menu

Yayasan Omah Sehat Bersinar Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Warga Binaan Lapas Kelas I Surabaya

Mei 26, 2026

Publikasiterkini° Sidoarjo _ Dalam mendukung program pemerintah dalam pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, Yayasan Omah Sehat Bersinar menggelar sosialisasi bahaya narkoba bagi warga binaan di Aula M.D Arifin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di bawah Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga siang hari tersebut diikuti sekitar 100 warga binaan. Sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan edukasi terkait penyalahgunaan narkoba, rehabilitasi, hingga pendampingan psikologis.

Tim Omah Sehat Bersinar dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan, Farita Sari Dewianti. Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, Lukman Hakim.

Sementara dari Yayasan Omah Sehat Bersinar, materi bidang hukum disampaikan oleh Rr. Adinda Dwi Inggardiah, S.H., M.H., dan Kholisin Susanto, S.H. Selain itu, konselor adiksi Alexander Tanadi memberikan edukasi terkait rehabilitasi dan pemulihan pecandu narkoba, serta sesi hypnotherapy yang dibawakan Saiful Bahri.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan edukasi mengenai bahaya narkoba penting terus dilakukan, khususnya kepada warga binaan.

Menurutnya, pola peredaran narkoba saat ini semakin kompleks dengan munculnya berbagai modus baru, termasuk penyalahgunaan melalui rokok elektronik atau vape.

Baca Juga :  Polda Jatim Bongkar Peretasan 260 Website, Tersangka Jual Domain untuk Promosi Judi Online

“Keberadaan pemerhati narkoba Omah Sehat Bersinar ini menjadi palang pintu untuk bersama-sama mengedukasi risiko bahaya penyalahgunaan narkoba. Apalagi sekarang trennya sudah mulai berkembang, salah satunya dalam bentuk vape,” ujar Sohibur.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas I Surabaya terus mengalami peningkatan signifikan.

“Jumlahnya meningkat karena kami menjadi rujukan dari UPT Pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur. Sebelumnya sekitar tiga bulan lalu jumlah narapidana narkoba sekitar 800 orang, dan hari ini sudah mencapai lebih dari 1.100 warga binaan,” jelasnya.

Menurut Sohibur, kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya kolaborasi antara pihak berwenang, keluarga, serta pemerhati narkoba dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika.

“Penting membangun kesadaran diri untuk menjauhi narkoba serta membentuk pola hidup sehat dan positif. Untuk menciptakan itu perlu kolaborasi antar pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Omah Sehat Bersinar, Farita Sari Dewianti, menyatakan komitmennya dalam mendukung upaya rehabilitasi dan penanganan pengguna narkoba.

Ia menjelaskan, pihaknya menyediakan berbagai layanan mulai dari klinik psikologi, konseling, hingga rehabilitasi rawat inap maupun rawat jalan.

“Rehabilitasi Omah Sehat Bersinar melayani rawat inap maupun rawat jalan. Kami juga membuka layanan edukasi, konseling, serta psikologi,” kata Farita.

Baca Juga :  Baharkam Polri Audit Resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan di Obvitnas PT TPPI Tuban Jatim

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode