Publikasiterkini.com° Surabaya _ PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim sukses menggelar Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 bersama seluruh anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) pada 20–21 Mei 2026 di Jakarta. Forum strategis tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, dan transformasi bisnis antarbank pembangunan daerah (BPD) di tengah tantangan industri perbankan yang semakin dinamis dan kompetitif.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Gubernur Nusa Tenggara Timur, jajaran kepala daerah anggota KUB Bank Jatim, Kepala OJK perwakilan masing-masing anggota KUB, komisaris dan direksi Bank Jatim, serta seluruh pimpinan bank anggota KUB. Adapun anggota KUB Bank Jatim terdiri atas Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Sultra, Bank NTT, dan Bank Banten.
Rakerta 2026 juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidang perbankan, ekonomi, dan manajemen risiko. Di antaranya Direktur Utama LPPI sekaligus mantan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK periode 2017–2022 Heru Kristiyana, Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK Defri Andri, mantan Direktur Utama Bank Mandiri periode 2020–2025 Darmawan Junaedi, Direktur Manajemen Risiko Pertamina Ahmad Siddik Badrudin, Chief Economist The Indonesia Intelligence Economics Sunarsip, hingga Direktur Keuangan Semen Indonesia Group Sigit Prastowo.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, forum tersebut membahas berbagai strategi penguatan bisnis, percepatan transformasi digital, peningkatan tata kelola perusahaan, hingga pengembangan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi antaranggota KUB.
Menurutnya, Rakerta 2026 merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat posisi KUB Bank Jatim sebagai salah satu kekuatan utama perbankan daerah di Indonesia.
“Melalui rapat kerja tahunan ini, seluruh anggota KUB Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mendorong inovasi layanan keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi,” ujar Winardi.
Ia menegaskan, fokus strategi Bank Jatim pada 2026 meliputi penguatan fundamental bisnis, percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi potensi ekonomi daerah melalui kolaborasi antaranggota KUB.
Selain menjadi wadah evaluasi kinerja tahun sebelumnya, forum tersebut juga membahas langkah-langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan di seluruh jaringan KUB Bank Jatim. Sejumlah agenda penting yang menjadi perhatian antara lain penguatan infrastruktur teknologi informasi, peningkatan efisiensi operasional, serta pengembangan layanan digital terintegrasi.
Winardi menilai skema KUB bukan hanya penting dalam memperkuat struktur permodalan bank daerah, tetapi juga membuka ruang transformasi kelembagaan dan peningkatan daya saing BPD di era digital.
“Sinergi yang terjalin melalui KUB akan mampu memperluas akses layanan keuangan, memperkuat daya tahan industri perbankan daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan penyelenggaraan Rakerta 2026 ini menjadi bukti komitmen Bank Jatim dalam menjaga konsistensi transformasi bisnis dan memperkuat langkah menuju visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia,” tegasnya.(*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini