Menu

Identitas Terungkap, Korban Laka Maut di Jembatan Laris Sampang Ternyata Santri Asal Camplong

Mei 16, 2026

Publikasiterkini° Sampang _ Misteri identitas pemuda yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas tunggal di Jembatan Laris, Jl. KH. Wahid Hasyim, Sampang, akhirnya terungkap. Korban yang sebelumnya berstatus sebagai Mr. X dipastikan merupakan seorang remaja berinisial M.A. (16), warga Dusun Gayam, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

​Kepastian ini diperoleh setelah pihak Carek Desa Tambaan mendatangi RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang untuk mencocokkan data korban pada Jumat (15/5/2026) malam.

Penelusuran Identitas Sempat Minim Saksi

​Upaya awak media untuk menggali kronologi awal di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat malam sempat menemui jalan buntu. Dua orang tukang becak yang biasa mangkal di sekitar lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui secara pasti detik-detik peristiwa maut tersebut.

​Namun, titik terang mulai muncul saat diperoleh informasi bahwa ada pihak yang mendatangi rumah sakit untuk memastikan identitas korban. Penelusuran pun langsung bergeser ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang.

​Menurut petugas keamanan rumah sakit, Dika, pihak perwakilan desa tiba di rumah sakit sesaat setelah awak media melakukan penelusuran di lokasi.

​“Selisih sekitar satu menit pihak Carek (Sekretaris Desa) datang untuk memastikan identitas korban,” ungkap Dika saat dikonfirmasi di lokasi.

Baca Juga :  Polri Perkuat Komitmen Lindungi Ekosistem Industri Film dari Ancaman Digital

Korban Merupakan Seorang Santri

​Carek Desa Tambaan, Moh. Holik, yang hadir sebagai perwakilan desa sekaligus mendampingi pihak keluarga, membenarkan bahwa kedatangannya dipicu oleh informasi yang beredar luas di media dan masyarakat terkait adanya korban laka tanpa identitas.

​“Kami awalnya hanya memastikan apakah benar korban ini warga kami atau bukan,” ujar Moh. Holik.

Setelah dilakukan pengecekan fisik, barulah dipastikan bahwa korban adalah M.A.

​Holik menambahkan, saat dirinya berangkat ke rumah sakit, kedua orang tua korban masih berada di rumah dan belum mengetahui secara pasti mengenai kondisi memilukan maupun keberadaan anak mereka.

Berdasarkan keterangannya, M.A. diketahui merupakan seorang santri yang tengah menimba ilmu di sebuah pondok pesantren di wilayah Gersampal, Kecamatan Omben, di bawah asuhan KH. Ahmad Ja’far Abd. Wahid.

Pihak Rumah Sakit Tegaskan Korban Meninggal di TKP

​Proses pemulangan jenazah dilakukan pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB untuk dibawa ke rumah duka di Kecamatan Camplong. Di sela-sela proses tersebut, pihak manajemen rumah sakit kembali menegaskan kondisi korban saat pertama kali dievakuasi warga.

Baca Juga :  Polda Jatim Sabet Penghargaan Penatausahaan BMN Terbaik Nasional

​“Korban saat tiba (di rumah sakit) memang sudah meninggal dunia dan langsung dibawa ke ruang jenazah,” ungkap Humas RSUD dr. Mohammad Zyn.

Masyarakat Apresiasi Polisi, Berharap Kasus Diusut Tuntas

​Hingga saat ini, sejumlah teka-teki di lapangan masih memicu tanda tanya dan menjadi perhatian serius masyarakat setempat. Mulai dari keberadaan sepeda motor korban yang dikendarai saat kejadian, hingga misteri keberadaan rekan-rekan korban yang sempat berpamitan mencari ambulans namun kemudian menghilang tanpa kabar.

​Meski demikian, langkah sigap dan cepat aparat kepolisian dari Satlantas Polres Sampang dalam menangani kejadian ini sejak dini hari mendapat apresiasi dari warga. Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat mengawal dan mengusut tuntas kasus ini hingga seluruh kronologi peristiwa benar-benar benderang, guna menghindari spekulasi liar yang berkembang di tengah publik.

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode