Menu

Bambang Haryo Soroti Pentingnya Riset Bulog Cegah Kartel Komoditas Pokok

Mei 13, 2026

Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti pentingnya penguatan kemampuan riset Perum Bulog untuk mencegah potensi praktik kartel dalam distribusi dan pemasaran komoditas pokok masyarakat.

Hal itu disampaikan Bambang Haryo Soekartono atau BHS saat meninjau Gudang Pemasaran Bulog yang memasarkan sejumlah kebutuhan pokok selain beras, termasuk minyak goreng merek Minyak Kita dan Sunco.

“Saya juga mengecek Gudang Pemasaran Bulog yang memasarkan minyak goreng selain beras dimana yang tersimpan minyak goreng merek Minyak Kita dan merek Sunco,” ujar Bambang.

Menurutnya, Bulog harus mampu menjalankan fungsi strategisnya sebagai badan usaha milik negara yang menjaga stabilitas harga, mutu, dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Ia menjelaskan pemerintah telah memberikan mandat kepada Bulog untuk menjamin ketersediaan 11 komoditas penting sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2015.

“Saya menyampaikan pentingnya Bulog untuk bisa menyediakan 11 komoditas yang harus dijamin oleh pemerintah sesuai UU Perdagangan Nomor 7 Tahun 2014 dan PP Nomor 71 Tahun 2015. Bulog sebagai stabilitator harga, mutu dan kecukupan jumlah memerankan fungsi dari BUMN,” katanya.

Baca Juga :  ​H. Holis Genap Berusia 43 Tahun, Keluarga Besar Publikasiterkini.com Berikan Ucapan Selamat

BHS menilai Bulog tidak cukup hanya berperan sebagai distributor kebutuhan pokok, tetapi juga harus memiliki kemampuan pengawasan terhadap kualitas dan harga produk yang beredar di pasar.

Karena itu, ia mendorong Bulog memiliki perangkat riset dan pengujian spesifikasi komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya untuk memastikan kualitas produk yang dipasarkan tetap terjaga.

“Sudah seharusnya Bulog juga harus memiliki alat riset tentang spesifikasi komoditas pokok baik beras, minyak goreng dan lain-lain untuk membandingkan dengan produk dari swasta yang bisa mencegah mereka melakukan kartel dari sisi harga, mutu dan kecukupan,” ujarnya.

Menurut Bambang, keberadaan alat riset akan membantu Bulog melakukan pembandingan mutu produk secara objektif dan mendorong terciptanya persaingan usaha yang sehat.

Ia mengatakan pengawasan terhadap kualitas dan harga komoditas menjadi penting agar masyarakat tidak dirugikan oleh praktik perdagangan yang tidak sehat maupun permainan harga di pasaran.

Selain itu, Bambang juga menilai penguatan fungsi riset Bulog dapat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan stabilitas pangan dan kebutuhan pokok nasional.

BHS berharap Bulog dapat terus memperkuat kapasitas kelembagaan, termasuk di bidang riset dan distribusi, agar mampu menjalankan peran strategisnya sebagai stabilisator harga dan pelindung kepentingan masyarakat dalam sektor perdagangan kebutuhan pokok.

Baca Juga :  Aksi Licik LA Kuras Harta Kakek KC di Surabaya: Sekap Korban Setahun demi Rp2 Miliar dan Emas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode