Publikasiterkini° Surabaya _ Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam sektor pengelolaan limbah tengah berada di bawah sorotan tajam. Penurunan kualitas tata kelola sampah di Kota Pahlawan memicu gelombang kritik dari berbagai lapisan masyarakat, salah satunya datang dari organisasi Sahabat Pemuda Surabaya (Sapura).
Ketua Sapura, Musawwi, secara gamblang menyebut situasi saat ini sebagai “rapor merah” yang mencoreng citra Surabaya sebagai kota metropolitan. Menurutnya, kegagalan manajerial ini bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan masalah serius yang berdampak sistemik.
”Aroma ketidakberesan dalam manajerial pengelolaan sampah ini sudah sangat menyengat. Kita tidak boleh membiarkan pembiaran ini berlarut-larut karena taruhannya adalah kredibilitas kota,” tegas Musawwi, pada Sabtu (4/4/2026).
Soroti Kerugian Finansial Negara
Lebih jauh, Musawwi menyoroti dampak finansial yang timbul akibat ketidakbecusan birokrasi dalam mengelola sampah. Ia menegaskan bahwa kegagalan ini berujung pada kerugian besar yang akhirnya harus ditanggung oleh negara.
”Ini sungguh memalukan. Pemkot Surabaya harus mengeluarkan ganti rugi senilai 140 milyar yang mana itu tidak sedikit akibat kegagalan tata kelola yang buruk,” tambahnya.
Kritik ini diharapkan menjadi alarm keras bagi jajaran pemerintah kota untuk segera melakukan evaluasi total dan transparansi dalam sistem pengelolaan sampah guna mencegah kebocoran anggaran yang lebih besar di masa depan.
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini