Menu

Sejukkan Ramadhan, Polda Metro Jaya Kedepankan Pendekatan Humanis dan Tim Sholawat dalam Pengamanan Aksi Mahasiswa

Maret 5, 2026

Publikasi-terkini° Jakarta _ Pemandangan berbeda terlihat dalam pengamanan penyampaian aspirasi oleh kelompok mahasiswa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jumat (27/2). Memasuki bulan suci Ramadhan, Polda Metro Jaya menerapkan pola pengamanan progresif yang jauh dari kesan kaku dan intimidatif.

Alih-alih membentuk barikade tegas, para personel yang bertugas justru tampil dengan atribut religius. Polisi laki-laki mengenakan peci dan syal, sementara Polwan mengenakan jilbab sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhidmatan bulan puasa. Pendekatan ini menghadirkan suasana yang lebih sejuk dan dialogis di tengah aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Langkah tersebut diperkuat dengan kehadiran Tim Sholawat Polda Metro Jaya yang berperan sebagai tim negosiator di garda terdepan. Melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang menenangkan, tim ini menggantikan pola instruksi keras dengan dialog yang humanis, sehingga tercipta interaksi yang lebih harmonis antara aparat dan massa aksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa prosedur pengamanan tetap dilakukan secara ketat dari sisi keselamatan, namun dikedepankan dengan cara-cara yang lembut dan menghormati hak asasi manusia.

Baca Juga :  Gelora Sumpah Pemuda ke-98: Kapolres Ajak Generasi Muda Menenun Karakter Patriotik dan Berempati

“Penyampaian aspirasi adalah hak konstitusi yang dijamin Undang-Undang. Namun, karena saat ini bulan suci Ramadhan, Bapak Kapolda menginginkan suasana yang lebih sejuk. Kami menerjunkan personel dengan atribut religi dan tim sholawat agar komunikasi dengan rekan-rekan mahasiswa terjalin harmonis dan tetap dalam koridor saling menghormati,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto di lokasi.

Ia juga memastikan seluruh personel yang terlibat tidak diperbolehkan membawa senjata api maupun peluru tajam. Kebijakan ini bertujuan untuk menjamin rasa aman bagi mahasiswa yang tengah menunaikan hak konstitusionalnya.

Selain itu, aparat kepolisian terus memberikan imbauan secara persuasif agar peserta aksi tetap tertib, menjaga fasilitas umum, serta menghormati hak pengguna jalan lain, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Kolaborasi sikap dewasa mahasiswa dan pelayanan humanis dari kepolisian dinilai mampu menjaga situasi tetap kondusif tanpa gesekan berarti.

Hingga massa membubarkan diri dengan tertib, pola pengamanan berbasis religi tersebut mendapat apresiasi positif karena dinilai efektif menurunkan tensi ketegangan di lapangan.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pendekatan progresif dan humanis ini akan terus dipertahankan sebagai standar pelayanan dalam mengawal demokrasi yang sehat, khususnya pada momen-momen spiritual seperti bulan Ramadhan.

Baca Juga :  Bentengi Pemukiman dari Aksi Tawuran, Polsek Semampir dan Satpol PP Intensifkan Patroli Malam

 

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode