Menu

Petani Tambak Gresik Berbondong-bondong Tebus Pupuk Bersubsidi dari Pupuk Indonesia

Februari 6, 2026

Publikaai-terkini.com° Gresik – Petani tambak di Kabupaten Gresik berbondong-bondong menebus pupuk bersubsidi yang disalurkan oleh Pupuk Indonesia. Tingginya antusiasme petani terjadi seiring masuknya masa persiapan budidaya tambak bandeng dan udang, yang membutuhkan pupuk untuk menjaga kualitas air dan produktivitas tambak.

Pantauan di sejumlah kios resmi. Salah satunya di UD Sahabat Petani, Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, menunjukkan aktivitas penebusan pupuk bersubsidi meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejak sore, petani tampak antre membawa kartu tani untuk mendapatkan pupuk sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah saya mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan Pupuk Indonesia. Dengan adanya pupuk ini optimis hasil yang bisa maksimal,” ujar Nur Khamid (60) petani tambak asal Desa Tanjungawan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik kepada beritajatim.com, Jumat (6/2/2026).

Bagi Nur Khamid yang sudah menggeluti petani tambak selama 20 tahun lebih serta memiliki 6 hektar tambak budidaya ikan bandeng. Pupuk bersubsidi yang disalurkan kembali adalah berkah. Pasalnya, saat pupuk ini dihentikan budidaya ikan bandeng yang dihasilkan hanya mencapai puluhan ons karena ikannya tidak bisa besar.

Baca Juga :  Dugaan Peluru Nyasar di Gresik: Negara Harus Bertanggung Jawab atas Keselamatan Warga Sipil

Dirinya bercerita pupuk bersubsidi ini sangat membantu karena bisa menghasilkan panen budidaya ikan dengan ukuran yang besar. Tidak seperti sebelumnya, ikannya kecil-kecil sewaktu dipanen.

“Saya optimis setelah tambak disemai dengan pupuk urea. Ikannya besar-besar. Satu kilogram bisa tiga hingga empat ekor,” ungkap sambil tersenyum.

Saat menebus pupuk bersubsidi, Nur Khamid juga merasa puas mengingat harganya tidak membuat kantong bolong. Per satu saknya (50 kilogram) dibanderol Rp 90 ribu setelah ada diskon 20 persen dari pemerintah.

Bapak tiga anak ini menebus pupuk bersubsidi sebanyak 6 sak buat sebagai persiapan membudidaya ikan bandeng. Keenam sak pupuk itu diantaranya SP 36 dan Urea serta ditambah obat-obatan supaya hasil ikan bandang yang dibudidaya maksimal.

“Mudah-mudahan penebusan pupuk ke petani tambak tidak hanya satu ini saja. Tapi terus berkelanjutan supaya ikannya bisa cepat besar, sehingga tiga hingga empat bulan bisa dipanen,” paparnya.

Sementara itu, Sutikno Dimas Adi Prakoso selaku Manager Jatim 1 Region 3A PT Pupuk Indonesia (Persero) mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi untuk petani tambak di Kabupaten Gresik sudah tersedia tinggal ditebus sesuai kuota kebutuhan masing-masing.

Baca Juga :  Polantas Menyapa: Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara

“Kami menyediakan sejumlah pupuk buat petani tambak. Pupuk Urea ada 4.721 ton, Pupuk SP 36 4.596 ton, dan pupuk organik 506 ton,” katanya.

Untuk penebusan semua pupuk tersebut lanjut dia, dipusatkan di satu titik. Tepatnya di UD Sahabat Petani Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

Terkait penebusan, Dimas menjelaskan sangat mudah petani tambak tinggal membawa identitas diri (KTP) lalu datanya dimasukkan ke dalam dokumen Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementrian Kelahiran dan Perikanan (KKP). Nanti akan muncul jatah pupuk selama satu yang akan ditebus petani tambak.

“Dari data itu akan terkunci di sistem apabila telah memenuhi kuota yang dibutuhkan petani tambak, sehingga muncul berapa kebutuhannya selama satu tahun,” ujarnya.

Penebusan ini lanjut dia, perdana di Kabupaten Grssik setelah Lamongan tahun lalu. Harapannya, untuk kelanjutannya akan dilakukan di sejumlah kecamatan serta daerah lain yang memiliki area tambak budidaya ikan.

 

Sofi/bj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode