Menu

Komitmen Pemasyarakatan Sehat, Lapas Kelas I Madiun Laksanakan Tes HIV Warga Binaan

Januari 28, 2026

Publikasi-terkini° Madiun _ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat melalui pelaksanaan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi warga binaan.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Madiun melalui Puskesmas Ngegong sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan penyakit menular di dalam lapas.

Pelaksanaan tes HIV ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan akan diikuti oleh seluruh warga binaan Lapas Kelas I Madiun secara bertahap.

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dengan tetap mengedepankan prinsip kerahasiaan, sukarela, dan pendekatan humanis kepada warga binaan.

Kepala Lapas Kelas I Madiun melalui Kabid Pembinaan Arjiunna menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemasyarakatan yang sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan.

“Tes HIV ini merupakan langkah penting untuk deteksi dini sekaligus upaya pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan lapas. Kami berkomitmen memberikan hak layanan kesehatan yang layak bagi seluruh warga binaan,” ujar Arjiunna, Selasa (27/1/2026).

Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Kesehatan, menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan program kesehatan di dalam lapas.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Buruh Jelang May Day

“Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kota Madiun dan Puskesmas Ngegong yang telah bersinergi bersama kami,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Madiun melalui Puskesmas Ngegong Tri Wahyuni Novitasari menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pelaksanaan tes HIV hingga tuntas.

“Kami berkomitmen mendukung program kesehatan di Lapas Kelas I Madiun. Tes HIV ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sekaligus sebagai dasar tindak lanjut pelayanan kesehatan ke depan,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesehatan warga binaan dapat terpantau dengan baik serta tercipta lingkungan lapas yang sehat, aman, dan bebas dari penularan penyakit menular, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan kemanusiaan.

 

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode