Menu

Dua Pemuda Asal Purwosari Jadi Korban Pengeroyokan Brutal Usai Nonton Sound Horeg

Januari 28, 2026

Publilasi-terkini° Pasuruan _ Dua pemuda asal Kecamatan Purwosari menjadi korban pengeroyokan brutal oleh orang tak dikenal saat perjalanan pulang usai menonton sound horeg, Selasa (27/1/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, satu korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.

Kedua korban masing-masing berinisial Daniel (18) dan Firman (19), warga Dusun Pakem, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di tepi Jalan Nasional Malang–Surabaya, wilayah Kelurahan Purwosari.

Saat kejadian, korban berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario bernopol N 3715 TEY, dengan Daniel sebagai pengendara dan Firman dibonceng di belakang.

Akibat pengeroyokan tersebut, Firman mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di kaki kiri dan telapak tangan kiri. Sementara Daniel mengalami luka lebam di bagian kepala dan tangan, yang diduga akibat pukulan benda tumpul.

“Kedua pemuda itu warga kami. Mereka menjadi korban pengeroyokan saat perjalanan pulang dari menonton sound horeg di Desa Tejowangi,” ujar Kepala Dusun Pakem, M. Fauzi.

Usai kejadian, kedua korban dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Purwosari ke Instalasi Gawat Darurat RS Prima Husada, Kecamatan Sukorejo. Firman harus menjalani perawatan intensif, sedangkan Daniel diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Baca Juga :  Jago Merah Mengamuk di Kedinding Lor: Toko Percetakan Dua Lantai Hangus Dilahap Api

“Firman masih dirawat, sementara Daniel pagi harinya sudah pulang,” tambah Fauzi.

Kuasa hukum korban, M. Arifin, mengungkapkan bahwa rombongan korban sebenarnya berjumlah lima orang yang mengendarai dua sepeda motor. Saat melintas di sekitar SPBU Martopuro, mereka melihat sekelompok pemuda berjumlah puluhan orang melaju dari arah belakang sambil mengejar kendaraan lain.

“Tanpa alasan jelas, kelompok tersebut kemudian menghentikan motor korban. Korban ketakutan dan memilih melarikan diri, namun justru dikejar hingga akhirnya menjadi sasaran pengeroyokan. Salah satu korban dibacok,” jelas Arifin.

Ia menegaskan bahwa para korban telah lulus sekolah dan bekerja serabutan. Malam itu, mereka hanya berniat pulang ke rumah.

“Kami berharap para pelaku segera ditangkap. Ini aksi brutal di jalan nasional dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah memastikan kasus tersebut menjadi perhatian serius kepolisian.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan menjadi atensi kami,” ujarnya singkat. (bo)

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode