Menu

Dishub Kota Surabaya Mulai Sosialisasikan Parkir Digital di Kawasan Tanjung Anom–Blauran

Januari 24, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mulai menerapkan sistem parkir digital di kawasan Zona 1. Sosialisasi penerapan parkir digital tersebut dilaksanakan pada Kamis (22/1/2026) sebagai upaya meningkatkan transparansi dan pelayanan parkir di Kota Pahlawan.

Kepala UPT Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) Dishub Kota Surabaya, Jeane Mariane Taroreh, mengatakan bahwa sebelum penerapan parkir digital, pihaknya telah melakukan berbagai tahapan pembekalan terhadap juru parkir (jukir). Mulai dari validasi dan pendataan jukir, hingga pembuatan rekening Bank Jatim beserta aktivasi kartu ATM.

“Pembuatan rekening dan aktivasi ATM ini menjadi salah satu syarat penerapan parkir digital melalui HP atau device jukir. Nantinya, pendapatan parkir akan tersplit secara otomatis melalui perbankan, yakni 60 persen untuk pemkot dan 40 persen untuk petugas parkir,” ujar Jeane.

Selain itu, Dishub Surabaya juga membekali para jukir dengan aplikasi Smart Parking Solution yang terpasang di ponsel masing-masing petugas. Setelah proses administrasi rampung, Dishub melakukan sistem jemput bola dengan mendatangi langsung lokasi-lokasi parkir di lapangan untuk memastikan kesiapan penerapan parkir digital.

Baca Juga :  Momentum Hari Jadi ke-495: Bangkalan Siap Jadi Daerah Ramah Investasi, Aman, dan Berbudaya

“Kami keliling mendatangi petugas parkir untuk pendaftaran buku tabungan sekaligus aktivasi ATM. Pembayaran untuk petugas parkir nantinya masuk H+1 ke rekening masing-masing dan bisa langsung dicek,” jelasnya.

Penerapan parkir digital tahap awal difokuskan di kawasan Zona 1, meliputi Jalan Tanjung Anom, Jalan Blauran, dan Jalan Genteng Besar. Menurut Jeane, kawasan tersebut dipilih karena memiliki tingkat aktivitas parkir yang tinggi, mengingat merupakan wilayah perdagangan dan wisata Tunjungan Romansa.

“Permintaan masyarakat untuk parkir digital di Zona 1 cukup tinggi, sehingga kawasan ini kami prioritaskan sekaligus melakukan pendataan jukirnya,” kata Jeane.

Ia berharap penerapan parkir digital dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan parkir, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat. Jeane juga mengimbau masyarakat untuk mendukung kebijakan tersebut demi pelayanan parkir yang lebih baik.

Untuk metode pembayarannya, masyarakat dapat menggunakan kartu e-money, e-toll, maupun QRIS. Setelah transaksi dilakukan, pengguna jasa parkir akan menerima struk sebagai bukti pembayaran.

“Di alat akan muncul metode pembayaran, kode rekening pemkot, serta alamat lokasi parkir. Tujuannya agar transparan dan masyarakat merasa lebih nyaman,” tambahnya.

Baca Juga :  Kapolri Terima Audiensi Menkomdigi, Bahas Kolaborasi Polri dan Komdigi

Meski demikian, Dishub Surabaya mengakui bahwa penerapan parkir digital masih memerlukan evaluasi dan sosialisasi berkelanjutan.

“Apalagi generasi muda sekarang sudah jarang membawa uang tunai, semua serba dompet digital,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu petugas parkir di Jalan Tanjung Anom, Muhammad Afnan, mengaku tidak kesulitan menggunakan aplikasi yang diberikan. Menurutnya, mayoritas pengguna jasa parkir juga mulai beralih ke pembayaran digital.

“Aplikasinya mudah dipahami, dan sudah banyak masyarakat yang memilih pembayaran digital,” katanya.

Hal serupa dirasakan pengguna jasa parkir. Intan, salah satu pengguna parkir di Jalan Tanjung Anom, menilai pembayaran parkir digital jauh lebih praktis, khususnya bagi kalangan anak muda yang jarang membawa uang tunai.

“Lebih enak pakai QRIS, praktis dan gampang. Ini pertama kali nyoba parkir digital di Surabaya,” ujarnya.

Pengguna lainnya, Riansyah Wahyu Pratama, menilai sistem parkir digital membuat tarif parkir lebih transparan.

“Kalau parkir Rp2 ribu ya sesuai, tidak ada lagi tarif beda-beda. Saya harap bisa diterapkan juga di taman atau tempat hiburan lainnya di Surabaya,” pungkasnya. (bo)

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode