Menu

Lapas Kelas I Madiun Gelar Sidang TPP Integrasi bagi 26 Warga Binaan

Januari 12, 2026

Publikasiterkini.com° Madiun – Dalam rangka mendukung pembinaan berkelanjutan dan mempersiapkan reintegrasi sosial, Lapas Kelas I Madiun menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Integrasi bagi 26 warga binaan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Sahardjo dan menjadi tahapan penting dalam menilai kelayakan warga binaan untuk mengikuti program integrasi sebagai bagian dari pembinaan lanjutan di luar tembok lapas.

Sebelum Sidang TPP Integrasi dilaksanakan, pihak lapas terlebih dahulu melakukan tes urine terhadap seluruh warga binaan yang diusulkan. Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini sekaligus komitmen Lapas Kelas I Madiun dalam memastikan warga binaan yang mengikuti sidang berada dalam kondisi bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Tes urine berlangsung tertib dan diawasi petugas, dengan hasil pemeriksaan dijadikan salah satu bahan pendukung penilaian dalam sidang.

Sidang TPP Integrasi diikuti oleh seluruh anggota TPP yang terdiri dari unsur pimpinan, pejabat struktural, serta petugas terkait sesuai tugas dan fungsinya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dari Bapas Madiun sebagai wujud sinergi antarunit pemasyarakatan dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

Pelaksanaan sidang berjalan tertib, objektif, dan profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap warga binaan dievaluasi secara menyeluruh berdasarkan sejumlah aspek penilaian yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Kapolri Terima Audiensi Menkomdigi, Bahas Kolaborasi Polri dan Komdigi

Kepala Lapas Kelas I Madiun, Arjiunna, menyampaikan bahwa Sidang TPP merupakan evaluasi komprehensif terhadap proses pembinaan yang telah dijalani warga binaan.

“Sidang TPP ini menjadi evaluasi menyeluruh terhadap proses pembinaan. Kami berharap warga binaan yang diusulkan integrasi dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dengan dukungan pembimbingan dari Bapas, mereka diharapkan mampu beradaptasi kembali di masyarakat, hidup mandiri, serta tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum,” ujarnya, senin (12/1).

Ia menambahkan, pelaksanaan tes urine sebelum sidang merupakan langkah preventif untuk menjaga integritas dan kualitas proses integrasi. Keterlibatan PK Bapas Madiun dinilai sangat penting untuk memberikan gambaran kesiapan sosial warga binaan serta rencana pembimbingan selama menjalani program integrasi di masyarakat.

Pelaksanaan Sidang TPP Integrasi ini mencerminkan komitmen Lapas Kelas I Madiun dalam menerapkan sistem pemasyarakatan yang humanis, transparan, dan akuntabel. Melalui sinergi antara jajaran lapas dan Bapas Madiun, proses pengambilan keputusan diharapkan berlangsung objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Madiun terus membuka jalan reintegrasi sosial bagi warga binaan yang telah menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pidana.

Baca Juga :  Kadivhumas Polri Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Jaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

Program integrasi yang terencana dan terukur diharapkan mampu membantu warga binaan kembali berperan aktif di tengah masyarakat sekaligus menekan angka pengulangan tindak pidana, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan sebagai sarana pembinaan dan pemulihan sosial.

 

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode