Menu

Tawuran Antar-Mahasiswa di Malang, Satu Korban Tewas dan Dua Luka Kritis

Desember 28, 2025

Publilasiterkini.com° Malang – Tawuran antar-kelompok mahasiswa pecah di kawasan kos-kosan Jalan Telaga Warna Blok E, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025) dini hari. Peristiwa berdarah tersebut menyebabkan satu mahasiswa tewas dan dua lainnya mengalami luka serius.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan melibatkan puluhan orang yang terbagi dalam dua kelompok. Mereka saling serang menggunakan senjata tajam di tengah permukiman warga.

Salah satu warga setempat, Galimun (49), mengatakan situasi saat kejadian sangat mencekam. Warga tidak berani keluar rumah karena banyaknya massa yang terlibat tawuran.

“Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, warga tidak ada yang berani keluar waktu itu,” ujar Galimun.

Akibat bentrokan tersebut, satu korban berinisial AKN (23), mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Korban diketahui mengalami luka bacok parah di sejumlah bagian tubuh.

“Ada tujuh luka tusukan di tubuh korban, di kepala, perut, wajah, sampai punggung. Korban akhirnya meninggal dunia,” ungkap Galimun.

Selain korban tewas, dua mahasiswa lainnya masing-masing berinisial DKG (24) dan OKB (23), juga asal NTT, mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Informasi yang diterima warga, kedua korban luka dirawat di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM).

Baca Juga :  Operasi Patuh 2026 Digelar, Korlantas Polri Dorong Budaya Keselamatan Berkendara Jadi Kebutuhan Utama

Galimun menambahkan, aksi tawuran berlangsung cukup lama sehingga warga baru berani keluar rumah menjelang pagi hari setelah situasi dinyatakan aman. Ia menyebut, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.

“Jumlah mereka banyak, sepertinya mahasiswa dari luar Malang. Kalau mahasiswa asli Malang biasanya tidak seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta membenarkan adanya peristiwa tawuran antar-mahasiswa tersebut. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pemicu dan pihak-pihak yang terlibat.

“Terkait pemicunya apa, masih kami lakukan penyelidikan. Korban dari kedua belah pihak satu meninggal dunia dan dua mengalami luka-luka,” jelas Anang.

Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti di lokasi kejadian guna mengungkap secara tuntas kasus tawuran yang merenggut nyawa tersebut. (Source: K)

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode