Publikasiterkini.com° Surabaya – Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bagi calon jemaah haji reguler asal Jawa Timur untuk musim 2026 menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Senin (22 Desember 2025), sebanyak 27.799 jemaah atau sekitar 66 persen dari total kuota telah menyelesaikan pembayaran.
Sementara itu, masih ada 14.254 jemaah atau 34 persen yang belum melunasi. Mayoritas kendala berasal dari faktor kesehatan, di mana jemaah harus memastikan kelayakan istitha’ah (kemampuan fisik dan mental) sebelum keberangkatan.
Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, menyatakan bahwa proses ini memasuki fase krusial.
“Sekarang sedang berlangsung pelunasan tahap kedua, sementara tahap pertama berakhir besok (23 Desember 2025). Kami berharap dalam dua hari ke depan progresnya tetap konsisten,” ujar Anam.
Target Pelunasan 76 Persen
Anam optimistis persentase pelunasan akan terus naik. Jika ada penambahan sekitar 5–6 persen dalam waktu dekat, target 76 persen dapat tercapai.
“Insyaallah target itu bisa tercapai. Kami mohon doa dari seluruh pihak agar prosesnya berjalan lancar,” katanya.
Pelunasan tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 2–9 Januari 2026. Jemaah yang termasuk di tahap ini, termasuk calon cadangan, telah melalui verifikasi di tingkat kabupaten/kota.
“Status jemaah sudah jelas. Kami meminta mereka tidak menunda, terutama untuk segera menjalani tes kesehatan,” tegas Anam.
Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur mengimbau jemaah agar tidak menunggu pelunasan untuk mengurus administrasi lain.
“Tes kesehatan sebaiknya langsung dilakukan, disusul pengurusan paspor dan dokumen lainnya,” jelasnya. Untuk paspor, tidak ada kendala selama masa berlaku masih aktif (baik 5 tahun maupun 10 tahun).
Bagi jemaah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat keberangkatan, pemerintah menyiapkan mekanisme pembuatan surat pernyataan kesediaan diberangkatkan atau tidak sebagai kepastian administrasi.
BPJS Kesehatan Wajib
Anam menekankan pentingnya kepesertaan BPJS Kesehatan bagi seluruh calon jemaah.
“Kondisi awal jemaah yang belum sakit memang tidak ditanggung BPJS. Namun jika dalam pemeriksaan ditemukan penyakit, pengobatannya bisa menggunakan BPJS. Karena itu, jemaah haji wajib terdaftar sebagai peserta BPJS,” ujarnya.
Jadwal Keberangkatan
Kloter pertama jemaah haji Jawa Timur dijadwalkan masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan berangkat ke Arab Saudi pada 22 April 2026. Kloter terakhir masuk asrama pada 21 Mei 2026 dan berangkat sehari setelahnya. Puncak ibadah haji (wukuf di Arafah) direncanakan pada 26 Mei 2026.
Kloter pertama akan diisi oleh jemaah dari wilayah kerja Malang, tepatnya Kabupaten Probolinggo, sebagai hasil kesepakatan internal antarwilayah di Jawa Timur.
Jawa Timur memperoleh kuota haji reguler terbesar nasional pada 2026, yakni 42.409 jemaah. Proses ini diharapkan berjalan lancar untuk memastikan seluruh jemaah yang memenuhi syarat dapat berangkat dengan aman dan nyaman.
(Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini