Menu

Konflik Bupati–Wakil Bupati Sidoarjo Makin Memanas, Saling Tuding Ambisi Jabatan

Desember 11, 2025

Publikasiterkini.com ° Sidoarjo – Konflik internal antara Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana kian memanas. Keduanya terus saling melempar tudingan terkait disharmoni yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

Puncaknya, Subandi menuding Mimik memiliki ambisi untuk menggesernya dari kursi bupati (W1). Namun, tudingan itu dengan tegas dibantah oleh Mimik.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, diunggah akun Instagram @jatimnetgroup pada Kamis (11/12/2025), Mimik menyatakan dirinya tersinggung dengan pernyataan Subandi sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi merebut jabatan orang nomor satu di Kota Delta tersebut.

“Saya sangat tersinggung dengan statemen Pak Bupati, yaitu Pak Subandi yang terhormat. Saya dari awal mendampingi panjenengan, saya istikamah,” ujar Mimik dalam video tersebut.

Mimik juga menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi bukan karena ia ingin menggantikan posisi bupati.

“Itu bukan karena saya ambisi untuk jadi W1. Saya sudah cukup jadi wakil. W2 begitu menguras tenaga dan pikiran saya,” ucapnya.

Selama delapan bulan menjabat, Mimik mengaku telah bekerja sesuai amanah sebagai wakil bupati, turun ke masyarakat, menyerap aspirasi, dan mendampingi bupati dalam tugas pemerintahan.

Baca Juga :  Kapolres Pasuruan Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Subuh Keliling di Masjid Cheng Hoo

“Di sini saya tegaskan, saya tidak ada ambisi untuk menjadi W1,” tambahnya.

Hubungan Subandi dan Mimik mulai retak setelah Subandi mengkritik DPRD Sidoarjo dengan tudingan menghambur-hamburkan uang rakyat. Kritik tersebut memicu kemarahan anggota dewan dan membuat Subandi dipaksa meminta maaf dalam rapat paripurna. Namun, Fraksi Gerindra—partai yang justru mengusung Subandi—menolak permintaan maaf itu.

Sebagai Ketua DPC Gerindra Sidoarjo, Mimik ikut menegur Subandi dan menyebutnya “tidak tahu diri”.

“Dia jadi bupati karena diusung partai kami,” kata Mimik kala itu.

Perselisihan makin meruncing ketika Mimik mengaku tidak dilibatkan dalam sejumlah keputusan penting, termasuk mutasi ASN oleh Subandi. Karena hal tersebut, Mimik bahkan sempat melaporkan Subandi ke Kemendagri.

Subandi dan Mimik sebelumnya dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Sidoarjo pada 20 Februari 2025. Pasangan ini diusung koalisi besar: Gerindra, Golkar, Demokrat, Hanura, Partai Buruh, PKN, Garuda, Perindo, dan Partai Ummat.

Namun, koalisi besar itu kini diwarnai konflik internal akibat retaknya hubungan dua pemimpin daerah tersebut.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda keduanya menemukan titik damai. Konflik masih terus mengemuka di ruang publik, memunculkan pertanyaan tentang stabilitas pemerintahan Sidoarjo ke depan.

Baca Juga :  Polri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan, Demokrasi, dan Kamtibmas

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode