Menu

311 Bencana Alam Hantam Sumatera Utara dalam 4 Hari, 46 Orang Tewas dan 86 Masih Hilang

November 29, 2025

Publikasiterkini.com ° Gelombang bencana alam berupa tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung melanda Sumatera Utara sejak 24 hingga 27 November 2025. Polda Sumatera Utara merilis data terbaru bahwa tercatat 311 kejadian bencana di 17 kabupaten/kota dalam kurun waktu tersebut.

Rincian kejadian:

  • Tanah longsor: 127 kejadian
  • Banjir: 162 kejadian
  • Pohon tumbang: 20 kejadian
  • Angin puting beliung: 2 kejadian

Korban Jiwa dan Pengungsi hingga kini tercatat 228 korban dengan rincian:

  • 46 orang meninggal dunia
  • 11 luka berat
  • 85 luka ringan
  • 86 orang masih dalam pencarian

Jumlah pengungsi mencapai sekitar 10.000 jiwa, terbanyak di Kota Medan sebanyak 6.782 orang.

Wilayah dengan dampak terparah:

  • Kota Sibolga: 59 korban (termasuk 46 masih hilang)
  • Kabupaten Tapanuli Selatan 99 korban
  • Kabupaten Mandailing Natal lebih dari 1.400 warga mengungsi

Respons Cepat Polri

Polda Sumatera Utara mengerahkan 1.754 personel dari berbagai satuan (Polres jajaran, Brimob, Samapta, Sabhara, Dokkes, TIK, Lantas, hingga logistik) untuk penanganan darurat.

Kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Operasi SAR dan evakuasi korban korban (Brimob)
  • Pembukaan akses jalan tertimbun longsor
  • Pendirian posko darurat dan dapur umum
  • Distribusi logistik dan trauma healing
  • Penyediaan komunikasi darurat serta internet Starlink
  • Pengaturan rekayasa lalu lintas dan pengawalan ambulans
  • Pelayanan kesehatan dan pemantauan sanitasi pengungsian
Baca Juga :  Polres Lumajang Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Tekankan Edukasi hingga Penindakan ETLE

Bhayangkari Daerah Sumatera Utara juga mengirimkan bantuan berupa makanan, selimut, pakaian, kasur lipat, dan perlengkapan bayi ke wilayah terdampak.

Wilayah Baru Terdampak

Curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan perluasan wilayah terdampak, yaitu Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Tanah Karo, Kota Tebing Tinggi, dan Kabupaten Batu Bara.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menegaskan,

“Polri berkomitmen memberikan respons cepat dan maksimal. Prioritas utama adalah keselamatan jiwa warga serta pemenuhan kebutuhan darurat. Seluruh personel bekerja tanpa henti untuk pencarian, evakuasi, pengamanan, dan penyaluran bantuan.”

Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian dan penanganan bencana masih terus berlangsung.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode