Publikasiterkini.com // Lumajang – Semangat pengabdian tidak mengenal batas usia. Prinsip itulah yang dijalani oleh Antonius Sumedyawan (57), relawan senior yang tergabung dalam Kampung Siaga Bencana (KSB) Sigap Urawan, Kecamatan Tempursari.
Warga Dusun Sukosari, RT 04 RW 05, Desa Pundungsari ini telah lama mendedikasikan waktunya untuk kegiatan kemanusiaan, terutama dalam bidang kebencanaan. Meski usianya tidak lagi muda, semangatnya untuk membantu sesama tak pernah surut.
“Bagi saya, menjadi relawan adalah panggilan hati. Selama masih diberi kesehatan, saya akan terus siap membantu warga yang membutuhkan,” ungkap Antonius saat ditemui di sela kegiatan KSB, baru-baru ini.
Rekan-rekannya di KSB mengenal Antonius sebagai pribadi yang selalu sigap dan dapat diandalkan. Ketika terjadi bencana atau panggilan darurat, ia sering menjadi relawan pertama yang hadir di lokasi. Kesiapannya ini kerap membantu mempercepat penanganan awal saat terjadi bencana di wilayah Tempursari dan sekitarnya.
Rekam jejak pengabdiannya cukup panjang. Antonius tercatat aktif terlibat dalam berbagai kegiatan tanggap darurat, mulai dari penanganan dampak erupsi Gunung Semeru, tanah longsor, hingga operasi pencarian orang hilang.
Selain saat bencana, Antonius juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di desanya. Ia kerap membantu menyalurkan bantuan bagi warga kurang mampu dan turut menjadi anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Desa Pundungsari.
Koordinator KSB Sigap Urawan, menyebut Antonius sebagai teladan bagi relawan lain.
“Pak Antonius ini salah satu relawan paling senior dan disiplin. Beliau selalu siap kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.
Dedikasi Antonius menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap hidup di tengah masyarakat Tempursari. Sosoknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan jiwa kerelawanan dan kepedulian terhadap sesama.
SOFI


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini