Menu

DPRD Dorong Sosialisasi Masif Trans Jatim Koridor Malang 700 Miliar Segera Dilakukan

Oktober 3, 2025

Publikasiterkini.com // Surabaya – DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko Anggota Komisi D, minta agar Sosialisasi Trans Jatim koridor malang segera dilakukan secara masif, agar semua yang terlibat dapat memahami rencana pengoperasiannya.

Menurut Dewanti, banyak pihak terkait termasuk para sopir angkot yang masih belum sepenuhnya memahami program transportasi publik tersebut dan meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur untuk segera melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen yang terlibat baik masyarakat maupun sopir angkot.

“sampai saat ini masih ada yang belum setuju, dan yang sudah setuju itupun juga belum paham. Mereka sudah punya persepsi sendiri sebelum sosialisasi dilakukan. Insya Allah sudah ada titik temu dan kami minta Dishub Provinsi Jawa Timur terus melakukan Sosialisasi agar sopir-sopir dan masyarakat itu paham”, Jum’at (3/10/2025).

Dewanti Menyebutkan dengan adanya program Trans Jatim diharapkan menjadi fasilitas tambahan transportasi umum yang dapat menguntungkan semua pihak, bukan bermaksud untuk mematikan rezeki sopir angkot.

“Untuk operasionalnya dan jalan yang akan dilalui tetap menunggu sampai semuanya selesai dan sampai ada titik temu yang win-win solution,” tambah politisi PDI Perjuangan tersebut.

Baca Juga :  Polres Tanjung Perak Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Kedepankan Pendekatan Humanis

Terkait anggaran subsidi Trans Jatim yang mencapai Rp700 miliar, dirinya menilai hal itu masih wajar. Dia menyebut subsidi adalah investasi awal dari pemerintah agar transportasi publik bisa berjalan dengan baik.

“Awal-awal memang harus subsidi dulu atau modal dulu. Baru setelah itu kita akan mengevaluasi seberapa besar program ini harus dibantu provinsi dan seberapa besar kemandirian operasionalnya,” jelasnya.

Dewanti menegaskan, jika subsidi ini dikurangi maka imbasnya harga tiket yang berpotensi ikut naik dan justru ini akan membebani masyarakat. Menurutnya, tarif Rp5 ribu tidak mungkin menutup biaya operasional tanpa dukungan pemerintah.

“Kalau dihitung-hitung, tidak mungkin ongkos sebesar 5 ribu itu dapat menutup biaya operasional. Tapi dampaknya besar, ini juga bisa memutar ekonomi dan membantu masyarakat,” katanya.

 

 

IMAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode