Publikasiterkini.com // Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya memperkuat pengawasan di kawasan bekas lokalisasi Dolly dan Moroseneng guna mencegah kembali maraknya praktik prostitusi terselubung. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, kawasan inti eks Dolly sudah benar-benar bersih dan kini bertransformasi menjadi sentra ekonomi kreatif.
“Dolly-nya clear, aman. Di sana sudah ada tempat-tempat usaha yang berjalan, seperti sentra sepatu dan berbagai UMKM lainnya. Kasus asusila yang baru-baru ini kami tindak justru terjadi di rumah kos di sekitar kawasan tersebut,” ujar Eri Cahyadi kepada wartawan, Sabtu (23/11/2025).
Menurut Eri, sebagian besar pelaku yang terjaring razia bukan warga Surabaya. Mereka akan menjalani pembinaan di shelter milik Pemkot sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Sementara warga Surabaya yang terlibat akan mendapatkan pembinaan intensif agar tidak mengulangi perbuatannya.
Untuk menutup celah praktik prostitusi terselubung, Pemkot Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya sedang merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Rumah Kos. Salah satu poin krusial dalam raperda tersebut adalah pelarangan kos campur antara laki-laki dan perempuan di wilayah permukiman warga.
“Kalau di area permukiman, kos-kosannya tidak boleh campur. Kos laki-laki ya harus laki-laki semua, perempuan ya perempuan semua. Kalau untuk rumah tangga, itu areanya harus dipisah lagi. Ini demi menjaga moral generasi muda dan ketertiban lingkungan,” tegas Eri.
Eri juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik dan pengelola kos, untuk aktif menjaga lingkungan. Pemilik kos diminta selektif menyewakan kamar dan segera melaporkan jika menemukan penghuni atau aktivitas yang mencurigakan.
“Kami minta warga aktif menjaga kampungnya masing-masing. Jika ada gelagat mencurigakan yang mengarah pada praktik prostitusi terselubung, segera laporkan ke petugas,” imbau Eri.
Di sisi lain, Pemkot Surabaya terus menggenjot revitalisasi kawasan eks Dolly melalui pengembangan sentra UMKM dan wisata edukasi. Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) diminta mengevaluasi ulang jenis komoditas di Sentra Wisata Kuliner dan UMKM agar lebih variatif dan mampu menghidupkan kembali geliat ekonomi positif di kawasan tersebut.
“Dengan aktivitas ekonomi dan wisata yang semakin hidup, kami harap warga memiliki banyak ruang untuk berkegiatan positif sehingga praktik negatif tidak lagi punya tempat,” pungkas Eri Cahyadi.
(Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini