Menu

Fraksi PDIP Dorong Peningkatan PAD dan Penguatan UMKM di APBD Surabaya 2026

November 11, 2025

Publikasiterkini.com // Surabaya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya bersama Wali Kota Surabaya resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026, Senin (10/11/2025).

Dalam penetapan APBD tersebut, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program prioritas Pemerintah Kota Surabaya, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, SH, mengatakan bahwa peningkatan PAD menjadi perhatian utama. Ia menilai pengelolaan aset daerah perlu diperbaiki agar potensi penerimaan daerah bisa lebih optimal.

“Yang paling utama adalah PAD, ya. PAD ini sangat penting. Kebetulan saya di Komisi B, dan banyak sekali permasalahan yang kami temui terkait dengan pengelolaan aset daerah,” ujar Budi Leksono.

Menurut Bulek, sapaan akrabnya, pengawasan terhadap pajak daerah harus diperketat agar pendapatan daerah lebih efektif. Selain itu, ia menekankan pentingnya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha agar ekonomi lokal bisa terus tumbuh.

“PAD ini harus benar-benar bisa ditingkatkan. Kita juga harus mengawasi pajak-pajak tersebut agar berjalan efektif. Di sisi lain, pelaku-pelaku usaha perlu diberikan kemudahan supaya mereka bisa tumbuh dan berkontribusi terhadap PAD,” jelasnya.

Baca Juga :  Kapolres Lumajang dan Kasat Lantas Bersinergi Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Simpang Suwandak

Selain fokus pada PAD, Bulek juga menyoroti pentingnya sektor UMKM sebagai penopang ekonomi daerah. Ia menilai, pelatihan bagi masyarakat harus disertai pendampingan dan dukungan pascapelatihan agar hasilnya lebih nyata.

“UMKM ini juga bagian dari perhatian pemerintah untuk mengurangi pengangguran. Jadi pelatihan bagi masyarakat itu jangan hanya berhenti setelah pelatihan saja. Setelah dilatih, harus ada tindak lanjut, misalnya diberi alat atau difasilitasi pemasarannya,” katanya.

Politisi yang dikenal ramah itu juga mendorong kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam upaya mengentaskan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Perusahaan-perusahaan juga perlu dilibatkan lewat program CSR agar bisa membantu mengurangi pengangguran,” tambahnya.

Bulek berharap pengelolaan aset daerah dan program pemberdayaan masyarakat ke depan dapat dijalankan secara efektif, transparan, dan berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Surabaya.

(Red/rw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode