Menu

Diduga Keracunan, 112 Pelajar MAN 1 Banyuwangi Alami Mual dan Pusing Usai Konsumsi MBG

Oktober 24, 2025

Publikasiterkini.com // Banyuwangi – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi. Sebanyak 112 pelajar mengalami serangan diare, mual, hingga panas pada Kamis (23/10/2025).

Saat di konfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Amir Hidayat membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengaku, jika secara keseluruhan ada 112 pelajar MAN 1 Banyuwangi yang mengalami gejala diare, panas, mual dan mulas.

“Usai mendapat info, anak-anak tersebut telah ditangani oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas dan diobati. Keseluruhan telah sembuh tanpa harus dirujuk ke Rumah Sakit, tinggal empat anak yang masih dalam perawatan,” katanya Kamis (23/10/2025).

Dari kejadian yang diduga keracunan MBG ini, Dinkes Banyuwangi telah melakukan surveilans penyelidikan epidemiologi bersama tenaga kesehatan, Labkesda Banyuwangi termasuk Balai Karantina Kesehatan.

“Mulai semalam kami sudah menerima laporan dan kemudian disusul siang ini, dimana anak-anak sudah mulai terasa diare,” kata Amir.

Amir menjelaskan, dari unsur tersebut dibagi menjadi dua tim yang melakukan surveilans dan penyelidikan dugaan keracunan.

Pertama dilakukan di lokasi kejadian yakni MAN 1 Banyuwangi, sedangkan tim lain melakukan pemeriksaan dengan pengambilan sampel di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengampu.

Baca Juga :  Berawal dari Keluhan Pasien, Bidan Afita Soroti Pentingnya Skincare Aman untuk Bumil dan Busui

Sedangkan, dugaan sementara keracunan hingga menyebabkan diare ini disebabkan oleh bakteri.

“Kami akan melakukan Rectal Swab kepada makanannya dan Usap alat. Tadi sudah dikirimkan ke laboratorium sampel makanan untuk mengetahui jenis makanan yang jadi pemicu penyebab keracunan terjadi,” jelas Amir.

Sementara itu Kepala MAN 1 Banyuwangi, Sugeng Maryono mengaku, sudah sebulan lebih sekolahnya menerima MBG namun peristiwa dugaan keracunan tersebur diakui merupakan pertama kali terjadi.

“Untuk MBG kami sudah berjalan 33 hari sampai hari ini,” katanya.

Meski begitu pihaknya senang menerima MBG dari pemerintah, karena antusias dari para pelajar karena mendapat makanan.

“Kami menyayangkan atas kejadian ini, sebenarnya adanya MBG sangat disambut antusias murid, bahkan anak-anak ada yang ingin tambah,” pungkas Sugeng.

 

 

 

 

SOFI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode