Jakarta – Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo mendorong penguatan budaya keselamatan dalam transportasi penyeberangan dengan melibatkan seluruh pihak yang berada dalam ekosistem pelayaran.
Khoiri menilai keselamatan tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab operator kapal. Regulator, pengelola pelabuhan, awak kapal, pemilik kendaraan, perusahaan logistik, pengemudi, pemilik barang, aparat penegak hukum, industri pendukung hingga pengguna jasa memiliki peran dalam menciptakan sistem transportasi yang aman.
Menurut dia, penguatan keselamatan harus dilakukan secara menyeluruh dan berlapis, sebagaimana diterapkan pada moda transportasi lain.
Ia mencontohkan sistem penerbangan yang menerapkan berbagai tahapan pemeriksaan keamanan sebelum penumpang memasuki pesawat.
Khoiri menilai pendekatan serupa perlu diterapkan secara konsisten dalam ekosistem transportasi penyeberangan, dengan pembagian tanggung jawab yang jelas antara regulator, operator, pengelola pelabuhan dan pengguna jasa.
Selain aspek keselamatan, Gapasdap juga meminta pemerintah memperkuat fasilitas pendukung di pelabuhan penyeberangan. Infrastruktur seperti dermaga, fasilitas sandar, navigasi, kedalaman kolam dan sarana penyelamatan dinilai harus mengikuti perkembangan teknologi kapal dan peningkatan jumlah trafik.
“Jangan sampai kita menuntut kapal semakin modern, sementara infrastrukturnya tertinggal. Kapal yang semakin baik membutuhkan pelabuhan yang semakin baik,” ujar Khoiri.
Ia menegaskan keselamatan harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar kewajiban administratif operator kapal. Dengan keterlibatan seluruh pihak, risiko kecelakaan dapat ditekan dan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi penyeberangan dapat semakin meningkat.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini