Publikasiterkini.com° Gresik _ Kecelakaan hebat yang melibatkan truk pengangkut gas alam dan mobil terjadi di ruas Tol Surabaya–Mojokerto (Sumo), KM 737+200B, Kabupaten Gresik, Minggu (16/8/2026) malam. Insiden benturan keras tersebut memicu kobaran api hingga membakar kedua kendaraan.
Perwira Piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, M. Nurul Haqqi, menjelaskan bahwa laporan peristiwa diterima melalui Command Center 112 pada pukul 21.52 WIB dari seorang pengguna jalan tol. Petugas Damkar Pos Menganti langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan, kejadian bermula saat truk pengangkut gas alam melaju dari arah Dupak menuju ke Driyorejo. Saat melintas di KM 737+200B, mobil Honda Brio yang mengangkut empat orang melaju searah dari belakang. Pengemudi Honda Brio diduga dalam kondisi mengantuk.
“Mobil Brio tersebut kemudian menabrak bagian belakang truk pengangkut gas alam. Benturan keras memicu percikan api yang dengan cepat merembet ke bagian tabung gas alam hingga memicu kebakaran,” ujar Nurul Haqqi, Senin (17/8/2026).
Menanggapi situasi darurat tersebut, personel Damkar Pos Menganti bergerak cepat melakukan pengecekan awal (size up) dan pemadaman langsung di tempat kejadian perkara (TKP).
Meskipun satu unit mobil supply sempat mengalami kendala transmisi saat menuju lokasi, proses pemadaman tetap berjalan efisien hingga kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pembasahan dan penyisiran di sekitar area kejadian untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun potensi bahaya kebocoran gas,” terangnya.
Nurul Haqqi membeberkan bahwa musibah ini memakan korban jiwa dari pihak penumpang Honda Brio. Dari total empat orang yang berada di dalam minibus tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka.
“Seluruh korban luka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis darurat. Sementara truk pengangkut gas alam mengalami kerusakan di bagian tertentu,” jelasnya.
Penanganan kecelakaan dan pemadaman ini melibatkan sinergi personel Damkar Pos Menganti, petugas Jasa Marga, serta jajaran Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim. Seluruh armada kembali ke posko usai penanganan dinyatakan tuntas pada pukul 23.50 WIB.(rg)
Red


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini