Menu

Lemahnya Penegakan Hukum Narkoba, Jangan Biarkan Generasi Muda Menjadi Korban Mafia

Agustus 18, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Maraknya kasus narkotika yang melibatkan anak di bawah umur, baik sebagai pengguna, kurir maupun pihak yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran, seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh aparat penegak hukum (APH) dan lembaga terkait.

Keterlibatan anak dalam perkara narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda. Ketika anak-anak mulai dimanfaatkan oleh jaringan narkotika, kita patut bertanya: sejauh mana upaya pemberantasan bandar dan jaringan narkoba selama ini benar-benar berjalan efektif?

Gus Har mengaku sangat miris sekaligus geram melihat kondisi tersebut. Anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan, pendidikan dan masa depan yang layak, bukan justru dijadikan sasaran atau alat oleh mafia narkoba untuk menjalankan bisnis ilegalnya.

Menurut Gus Har, pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pengguna atau kurir semata. APH harus serius membongkar aktor utama, bandar, pemasok, pengendali jaringan dan aliran barang maupun uangnya. Jangan sampai pihak yang berada di lapangan diproses, sementara aktor intelektual dan bandar besarnya justru tidak tersentuh.

Lebih jauh, Gus Har meminta agar seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan dan sesuai fakta hukum. Jangan sampai hukum dipermainkan atau pasal perkara diubah sedemikian rupa sehingga dugaan bandar atau pengedar justru diarahkan menjadi sekadar perkara pengguna, apabila fakta dan alat bukti menunjukkan adanya peran yang lebih besar.

Baca Juga :  Misteri Penangkapan Remaja Inisial A di Sampang, Penegakan Hukum Kasus Narkotika Dipertanyakan

Namun, setiap tuduhan terhadap aparat maupun pihak tertentu harus dibuktikan melalui proses hukum dan pemeriksaan yang objektif. Karena itu, apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam penanganan perkara, mekanisme pengawasan internal maupun eksternal harus digunakan untuk memastikan prosesnya berjalan transparan.

“Kalau memang ada oknum yang bermain dalam penanganan perkara narkoba, jangan berharap persoalan itu akan kami diamkan. Tim kami akan mengawal dan mengungkap berdasarkan data, fakta serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Gus Har.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting. Pemberantasan narkoba tidak mungkin hanya dibebankan kepada kepolisian. Orang tua, sekolah, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi sosial dan seluruh elemen masyarakat harus membangun kerja sama untuk mencegah anak-anak menjadi korban jaringan narkotika.

Jangan tunggu generasi muda hancur baru bertindak.

Jika anak di bawah umur sudah mulai masuk dalam lingkaran narkoba, maka negara harus hadir dengan dua pendekatan sekaligus: tegas terhadap bandar dan jaringan yang mengeksploitasi anak, serta memberikan perlindungan dan masa depan bagi anak yang menjadi korban.

Gus Har menegaskan, perang terhadap narkoba harus dilakukan secara serius dan menyeluruh. Tidak boleh ada ruang bagi mafia narkoba untuk berkembang, apalagi menjadikan anak-anak sebagai sasaran.

Baca Juga :  Gempa M 7,7 Guncang NTT, Satbrimob Polda NTT Gerak Cepat Evakuasi Korban dan Buka Akses

Stop narkoba. Bongkar jaringan dan bandar narkoba. Selamatkan generasi muda Indonesia. Dan tegakkan hukum secara adil, transparan serta tanpa pandang bulu.

 

 

(Tim KJN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode