SURABAYA – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar bantuan pangan bagi peserta didik, melainkan investasi jangka panjang pemerintah untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.
Hal itu disampaikan BHS saat melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Asemrowo 04 di Surabaya, Senin (3/8/2026).
Menurut BHS, keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia dini melalui pemenuhan gizi yang memadai.
“Kebutuhan gizi anak harus dipenuhi agar mereka memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dan siap bersaing ketika Indonesia memasuki bonus demografi,” ujarnya.
BHS menilai anggaran Rp10 ribu per porsi yang dialokasikan dalam Program MBG telah mampu menghadirkan menu bergizi seimbang bagi para penerima manfaat.
Dalam sidak tersebut, ia memastikan proses operasional berjalan sesuai standar, mulai dari penyimpanan bahan pangan, kebersihan dapur, proses memasak, hingga distribusi makanan.
BHS juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan dapur SPPG Asemrowo 04 yang dinilai memiliki standar tinggi dan layak menjadi rujukan bagi pelaksanaan Program MBG di daerah lain.
Sementara itu, Ketua Yayasan SPPG Asemrowo 04 Vera Andriana menjelaskan seluruh kegiatan yang ditinjau merupakan operasional rutin tanpa persiapan khusus. Ia mengatakan setiap kelompok penerima manfaat memperoleh menu yang sama, sedangkan ukuran porsinya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan gizi masing-masing, termasuk balita, siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Menurut Vera, menu berbahan ayam dan telur masih menjadi pilihan favorit penerima manfaat. Karena itu, variasi olahan terus dilakukan agar anak-anak tidak merasa bosan sekaligus tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini