Menu

Sungai, Nadi Kehidupan dan Identitas Masyarakat Banjar

Juni 12, 2026

Publikasiterkini.com° Kalimantan Selatan _ Sungai memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Kalimantan Selatan. Tidak hanya menjadi sumber kehidupan, aliran sungai juga berfungsi sebagai jalur transportasi, pusat perdagangan, hingga lokasi tumbuhnya permukiman yang kemudian berkembang menjadi peradaban Banua.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi yang menghadirkan Erwin dan Syaukani dari Komunitas Palalah. Keduanya mengulas keterkaitan erat antara sungai dan perkembangan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan sejak masa lampau.

Erwin menjelaskan, kondisi geografis Kalimantan Selatan yang didominasi kawasan rawa mendorong masyarakat membangun permukiman di sepanjang tepian sungai. Dari kawasan tersebut, aktivitas ekonomi, sosial, hingga budaya berkembang dan membentuk peradaban masyarakat Banua.

“Banyak orang melihat sungai hanya sebagai bentang alam. Padahal, di situlah awal peradaban Banua tumbuh,” ujarnya.

Menurut dia, sungai menjadi penghubung antardaerah sekaligus jalur utama mobilitas masyarakat. Melalui sungai pula, aktivitas perdagangan dan pertukaran budaya dengan wilayah lain berlangsung selama berabad-abad.

Jejak peradaban tersebut masih dapat ditemukan melalui sejumlah situs bersejarah di Kalimantan Selatan. Di antaranya Candi Laras di Margasari dan Candi Agung di Amuntai yang menunjukkan adanya pengaruh Hindu-Buddha serta aktivitas perdagangan pada masa lalu.

Sementara itu, Syaukani menilai pemahaman sejarah lokal di kalangan generasi muda perlu terus diperkuat. Sebab, masih banyak situs bersejarah yang belum terdokumentasi secara optimal dan belum mendapatkan perhatian yang memadai.

Baca Juga :  Tak Sabar Menunggu Dijemput, Lansia di Surabaya Pingsan di Atas Atap Saat Coba Kabur Mudik

“Kalau tidak didokumentasikan dan dilindungi sejak sekarang, kita bisa kehilangan jejak sejarah tanpa sadar,” katanya.

Karena itu, dia mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga warisan sejarah yang masih tersisa. Menurutnya, pelestarian situs sejarah merupakan langkah penting untuk mempertahankan identitas budaya Banua di tengah perkembangan zaman.

Hingga kini, peran sungai masih terlihat dalam kehidupan masyarakat Banjar. Keberadaan rumah panggung, pasar terapung, hingga budaya sungai yang tetap lestari menjadi bukti bahwa sungai masih menjadi bagian penting dalam membentuk identitas masyarakat Kalimantan Selatan.(*)

 

 

Redaksi•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode