Jakarta – Di tengah tren peningkatan penggunaan kendaraan listrik, pelaku usaha angkutan penyeberangan menegaskan dukungannya terhadap kebijakan transisi energi nasional. Namun, aspek keselamatan dinilai harus menjadi fondasi utama sebelum penerapan dilakukan secara luas di seluruh jaringan penyeberangan Indonesia.
Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo menyatakan pihaknya tidak pernah menolak kendaraan listrik untuk menggunakan kapal penyeberangan. Sebaliknya, organisasi tersebut mendukung penuh perkembangan teknologi transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada boleh atau tidaknya kendaraan listrik diangkut melalui kapal, melainkan bagaimana seluruh proses tersebut berlangsung secara aman, terukur, dan memiliki kepastian hukum bagi operator maupun pengguna jasa.
“Yang kami perjuangkan bukan boleh atau tidak bolehnya kendaraan listrik naik kapal, melainkan bagaimana transformasi tersebut dapat berlangsung secara aman dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” kata Khoiri.
Ia mengungkapkan, hingga kini masih belum terdapat pedoman nasional yang mengatur secara rinci tata cara pengangkutan kendaraan listrik di kapal ferry dan kapal Ro-Ro. Akibatnya, muncul berbagai interpretasi dan praktik berbeda di lapangan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, GAPASDAP bersama BKI, KNKT, dan Jasa Raharja Putra telah menginisiasi sejumlah forum diskusi nasional. Pembahasan difokuskan pada identifikasi risiko, prosedur keselamatan, hingga kesiapan operator menghadapi era kendaraan listrik.
GAPASDAP meminta Kementerian Perhubungan segera menerbitkan regulasi yang mengatur pemeriksaan kendaraan sebelum masuk kapal, penempatan kendaraan listrik di dek kapal, prosedur pemadaman kebakaran baterai lithium, serta tata cara evakuasi apabila terjadi insiden selama pelayaran.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan standar keselamatan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengurangi prinsip utama keselamatan pelayaran. Dengan regulasi yang jelas dan dukungan infrastruktur memadai, penggunaan kendaraan listrik di sektor penyeberangan diyakini dapat berjalan aman sekaligus mendukung agenda transportasi berkelanjutan nasional.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini