Publikasiterkini.com° Surabaya _ Realisasi pendapatan negara di Jawa Timur hingga 30 April 2026 mencapai Rp86,85 triliun atau 28,76 persen dari target APBN sebesar Rp301,95 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,14 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam, mengatakan pertumbuhan pendapatan negara menunjukkan aktivitas ekonomi di Jawa Timur terus membaik pada awal 2026.
“Realisasi pendapatan negara di Jawa Timur mencapai Rp86,85 triliun atau 28,76 persen dari target,” ujar Saiful, Jumat (29/5).
Penerimaan Pajak Dominasi Pendapatan Negara
Total pendapatan negara tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp83,72 triliun atau 28,31 persen dari target Rp295,71 triliun.
Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp3,12 triliun atau 50,10 persen dari target Rp6,24 triliun.
Saiful menjelaskan penerimaan perpajakan berasal dari dua sektor utama, yakni Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Penerimaan pajak yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak mencapai Rp36,90 triliun atau 25,53 persen dari target Rp144,53 triliun. Adapun penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp46,83 triliun atau 30,97 persen dari target Rp151,17 triliun.
PPN dan PPnBM Jadi Penopang Utama
Pertumbuhan penerimaan pajak di Jawa Timur terutama ditopang oleh sektor Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM).
Hingga April 2026, penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp17,52 triliun atau tumbuh 21,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi, konsumsi masyarakat, dan transaksi perdagangan di Jawa Timur.(*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini