Publikasiterkini.com°_ Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, transformasi ini juga menghadirkan tantangan yang menuntut kesiapan seluruh elemen pendidikan, terutama guru dan peserta didik, untuk beradaptasi secara cepat di tengah arus digitalisasi.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum dan Sosial Humaniora Universitas Flores, Agustinus F. Paskalino Dadi, S.Fil., M.Hum., menilai sistem pendidikan saat ini perlu segera berbenah. Salah satu langkah penting adalah mengubah pola pembelajaran konvensional menjadi berbasis digital agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, kemudahan akses informasi justru memunculkan tantangan baru. Tingginya penggunaan perangkat digital membuat banyak pelajar terbiasa mengakses teknologi tanpa batas waktu yang jelas. “Perubahan kebiasaan ini perlu disikapi secara bijak, terutama dalam dunia pendidikan,” ujarnya dalam wawancara di Pro 1 RRI Ende.
Selain itu, kesiapan tenaga pendidik menjadi persoalan krusial. Tidak semua guru mampu mengikuti perkembangan teknologi dengan cepat. Ketidaksiapan ini berpotensi memengaruhi kualitas proses belajar-mengajar, sehingga hasil pembelajaran yang diterima siswa kurang optimal.
Di sisi lain, pembelajaran berbasis digital tetap menawarkan peluang besar. Teknologi memungkinkan proses belajar menjadi lebih fleksibel melalui berbagai platform dan media interaktif. Hal ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa sekaligus mengasah keterampilan kolaborasi dan literasi digital.
Sejumlah lembaga nasional seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi guru dan siswa sebagai bagian dari transformasi pendidikan.
Upaya ini dilakukan melalui pelatihan, penyediaan platform pembelajaran daring, serta pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan pemanfaatan yang tepat, digitalisasi pendidikan dapat menjadi jalan untuk menciptakan generasi yang lebih adaptif dan kompetitif. Namun, tanpa kesiapan yang matang, transformasi ini justru berisiko memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan di berbagai daerah.(*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini