Publikasiterkini° Surabaya _ Di balik niat mencari pekerjaan, tersimpan rencana kejahatan yang matang. Seorang pria berinisial DS memanfaatkan modus melamar kerja untuk membobol sebuah toko di kawasan Tegalsari, Surabaya. Pelariannya lintas kota akhirnya terhenti setelah polisi berhasil menangkapnya di Yogyakarta.
Kasus ini terungkap setelah adanya laporan pencurian di sebuah toko donat di Jalan Kedung Rukem, Surabaya, pada Sabtu dini hari, 28 Maret 2026. Pelaku diduga menyusup dengan berpura-pura menjadi calon karyawan melalui proses rekrutmen.
Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, IPTU Rasyad Rizqy, menjelaskan bahwa pelaku terlebih dahulu membangun komunikasi dengan korban hingga mendapatkan akses ke lingkungan kerja.
“Pelaku masuk melalui jalur perekrutan karyawan. Setelah mendapatkan kepercayaan, ia memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengambil barang-barang milik korban,” ujar IPTU Rasyad, Kamis (2/4/2026).
Dari aksinya, pelaku berhasil menggondol sejumlah barang berharga, di antaranya tabung elpiji, perangkat tablet, mesin press minuman, serta uang tunai. Total kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa DS bukan pelaku tunggal di satu lokasi. Ia diketahui telah melakukan aksi serupa di sejumlah kota, termasuk Tangerang dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Pelaku beraksi di beberapa wilayah dengan berbagai jenis barang curian, mulai dari uang tunai, telepon genggam hingga kendaraan bermotor,” jelasnya.
Polisi menduga pelaku menggunakan pola berpindah-pindah kota untuk menghindari pelacakan sekaligus mencari target dengan pengawasan lemah.
Pelarian DS akhirnya terhenti di kawasan Terminal Giwangan. Tim Opsnal Reskrim Polsek Tegalsari berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan saat berada di sekitar area terminal.
Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Surabaya guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian yang digunakan saat beraksi dan perangkat komunikasi.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta mengembangkan kasus ke lokasi kejadian lainnya.
IPTU Rasyad mengimbau para pelaku usaha agar lebih waspada dalam proses rekrutmen karyawan, khususnya yang dilakukan secara daring. Verifikasi identitas dan latar belakang calon pekerja dinilai penting untuk mencegah tindak kejahatan serupa.
Selain itu, penggunaan sistem keamanan seperti CCTV juga dinilai efektif dalam membantu pengungkapan kasus serta mempercepat proses identifikasi pelaku.
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini