Publikasi-terkini° Surabaya _ Keluarga besar pahlawan nasional Bung Tomo menyampaikan rasa syukur setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara terbuka mempertanyakan hilangnya rumah bersejarah tempat penyiaran pidato legendaris Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10, Surabaya.
Pertanyaan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2). Di hadapan para kepala daerah, Prabowo menyoroti lenyapnya situs penting yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa, khususnya peristiwa heroik 10 November 1945.
“Di mana sekarang rumah Radio Bung Tomo itu? Masih ada atau sudah dibongkar?” tanya Presiden Prabowo.
Rumah di Jalan Mawar Nomor 10 diketahui merupakan lokasi Bung Tomo menyampaikan pidato-pidato radio yang membakar semangat rakyat Surabaya untuk melawan penjajah. Namun ironisnya, bangunan bersejarah tersebut telah dihancurkan meski sebelumnya telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998.
Putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo, mengungkapkan bahwa masyarakat Surabaya sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penolakan sejak awal pembongkaran bangunan tersebut.
“Kita bawa ke Balai Kota, waktu itu tidak boleh masuk. Selanjutnya demo di depan Grahadi. Ternyata jadi bangunan cagar budaya setelah diprotes, tapi tetap tidak mau dengar,” ujar Bambang, Rabu (4/2).
Bambang menegaskan, keluarga besar Bung Tomo berharap rumah bersejarah tersebut dapat dikembalikan ke bentuk aslinya, bukan sekadar digantikan dengan tugu atau penanda simbolik.
“Bagaimana caranya, apakah patungan seluruh masyarakat Surabaya untuk membeli bangunan kembali. Jangan cuma piagam atau tugu. Itu harus dikembalikan bentuk aslinya,” tegasnya.
Ia menyebut, keluarga pejuang Surabaya siap mengambil langkah konkret dengan menggelar pertemuan di Surabaya pada pertengahan bulan ini guna mendorong pengembalian rumah radio Bung Tomo.
“Saya akan ketemu pertengahan bulan ini dengan teman-teman keluarga pejuang Surabaya. Gambar bangunannya masih lengkap dan itu gampang sekali untuk diambil alih. Saya juga siap ikut patungan membeli rumah itu,” jelas Bambang.
Selain itu, Bambang juga secara terbuka meminta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk memberikan jawaban dan mengambil langkah nyata terkait persoalan tersebut.
“Kita minta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bisa jawab,” imbuhnya.
Menurut Bambang, jika pengembalian rumah radio Bung Tomo ke bentuk asli dapat direalisasikan, hal itu akan menjadi preseden penting bagi perlindungan cagar budaya lainnya di Surabaya dan Indonesia.
“Ini harus diberi contoh bahwa pengembalian bangunan cagar budaya itu bisa dilakukan. Kalau tidak, ya tidak akan kapok-kapok,” tegasnya.
Bambang juga menyatakan akan melaporkan langsung perkembangan upaya pengembalian rumah tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Tentu akan saya laporkan ke Bapak Presiden Prabowo progresnya. Saya juga minta agar usulan Perda Cagar Budaya segera disahkan, karena saat ini mandek, padahal itu harus jalan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam Rakornas menegaskan bahwa sejarah kelam penjajahan Indonesia tidak boleh dihapus atas nama pembangunan, melainkan harus dijaga melalui pelestarian situs-situs perjuangan bangsa. (rs)
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini