Publikasi-terkini° Surabaya _ PT PAL Indonesia menyambut positif kebijakan pemerintah yang mengarahkan pengadaan kapal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui galangan kapal dalam negeri. Kebijakan tersebut dinilai strategis dalam memperkuat industri maritim nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan kebijakan ini merupakan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap industri strategis nasional.
“Langkah ini menempatkan PT PAL sebagai galangan nasional utama,” ujar Dony, (31/1)).
Senada dengan itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyebut kebijakan tersebut sebagai amanah penting yang memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus membangun ekosistem maritim yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberpihakan negara menjadi fondasi utama dalam mewujudkan industri maritim nasional yang kuat.
“Industri galangan menggerakkan banyak sektor, menyerap tenaga kerja terampil, dan berdampak langsung pada perekonomian,” tuturnya.
Kaharuddin menambahkan, konsolidasi galangan kapal nasional akan diperkuat pada tahun 2026 guna meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah menjadikan sektor kelautan sebagai poros pembangunan nasional.
Pembangunan infrastruktur maritim dalam negeri diyakini mampu memperkuat konektivitas wilayah pesisir dan kepulauan, sekaligus membuka akses ekonomi baru di berbagai daerah.
“Kemandirian galangan tidak dibangun dalam waktu singkat, namun kebijakan yang berpihak menjadi momentum penting bagi industri maritim nasional,” pungkas Kaharuddin. (bo)
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini