Menu

Listrik Padam Berhari-hari, Warga Benangkah Bangkalan Hidup Seperti di Tengah Hutan

Januari 26, 2026

Publikasi-terkini° Bangkalan, _ Warga Desa Benangkah, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, kembali harus menelan pil pahit akibat buruknya kualitas layanan kelistrikan. Pemadaman listrik yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, bahkan terjadi berulang setiap hari sejak usai sholat Ashar hingga pagi hari, menunjukkan lemahnya sistem pemeliharaan dan mitigasi gangguan yang dilakukan oleh PLN Bangkalan.

Ironisnya, gangguan listrik tidak hanya terjadi pada malam hari. Pada siang hari, aliran listrik kerap mati-hidup tanpa kejelasan, menciptakan ketidakpastian yang mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan rumah tangga warga.

“Setiap habis sholat Ashar sampai pagi listrik mati. Siangnya pun mati hidup,” keluh salah satu warga Benangkah, Senin (26/01/2026).

Kondisi ini jelas mencerminkan kegagalan PLN dalam menjamin hak dasar masyarakat atas akses listrik yang stabil dan berkelanjutan. Di era digital dan modernisasi pelayanan publik, pemadaman berkepanjangan tanpa solusi tuntas bukan hanya soal gangguan teknis, tetapi juga bentuk kelalaian struktural yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Warga mendesak PLN Bangkalan untuk tidak sekadar melakukan penanganan sementara yang bersifat tambal sulam. Penggantian fuse yang kembali putus berulang kali menunjukkan bahwa akar persoalan belum diselesaikan secara komprehensif.

Baca Juga :  Kapolres Pasuruan Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Subuh Keliling di Masjid Cheng Hoo

Warga pun berharap pihak PLN Bangkalan segera melakukan penanganan serius agar pasokan listrik kembali normal.

“PLN Bangkalan harus segera menangani masalah ini. Kami berharap listrik bisa normal secepatnya,” harap warga lainnya.

Keluhan serupa ramai disampaikan warga melalui berbagai platform, termasuk media sosial. Mereka mendesak PLN untuk segera memperbaiki jaringan listrik yang diduga mengalami kerusakan.

Pihak PLN Bangkalan melalui petugas di lapangan mengakui bahwa gangguan masih terjadi meski telah dilakukan penggantian fuse, dan menyatakan tengah melakukan pengecekan trafo.

“Sudah dilakukan penggantian fuse, namun kembali putus. Saat ini petugas sedang melakukan pengecekan trafo di lokasi,” ujar salah satu petugas PLN melalui pesan WhatsApp.

Namun hingga berita ini diterbitkan, kondisi Desa Benangkah masih gelap gulita. Warga menggambarkan suasana desa seperti berada di tengah hutan tanpa penerangan.

Situasi tersebut menyerupai kehidupan di wilayah tanpa peradaban listrik—sebuah ironi pahit bagi masyarakat yang hidup di negara dengan klaim pemerataan infrastruktur dan pelayanan publik.

Pemadaman yang berlarut-larut ini semestinya menjadi alarm keras bagi PLN Bangkalan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas jaringan, respons gangguan, serta tanggung jawab pelayanan kepada publik. Listrik bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian teknis maupun manajerial.

Baca Juga :  Mengawal Keheningan Malam: Polsek Semampir dan Satpol PP Bersinergi Jaga Kondusivitas Surabaya Utara

Masyarakat Benangkah tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya meminta satu hal yang seharusnya sudah menjadi kewajiban negara melalui PLN: listrik yang menyala, stabil, dan manusiawi.

 

(Shofa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode