Menu

Lonjakan Gangguan Mata Akibat Aktivitas Digital, Ning Lia Apresiasi RS Mata Milik Pemprov Jatim

Januari 24, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya – Meningkatnya aktivitas digital yang masif dinilai berbanding lurus dengan lonjakan gangguan kesehatan mata di masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pentingnya layanan kesehatan mata yang komprehensif, berkualitas, dan terjangkau.

Jawa Timur menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki rumah sakit mata khusus milik pemerintah daerah, yakni Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jawa Timur yang berlokasi di Ketintang, Surabaya.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, mengapresiasi keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan layanan kesehatan mata melalui pengelolaan RSMM. Apresiasi itu disampaikan saat kunjungan langsung ke RSMM, Kamis (22/1/2026).

“Penggunaan gawai yang masif, aktivitas digital berkepanjangan, serta tuntutan kerja visual yang tinggi membuat masalah kesehatan mata meningkat. Kehadiran rumah sakit mata milik Pemprov Jatim ini merupakan langkah antisipatif yang sangat tepat,” ujar Ning Lia.

Data RSMM menunjukkan tren peningkatan signifikan jumlah pasien. Kunjungan layanan gawat darurat tercatat sebanyak 2.049 pasien pada 2023, meningkat menjadi 2.106 pasien pada 2024, dan melonjak hingga 3.078 pasien pada 2025. Sementara itu, kunjungan rawat inap juga meningkat dari 1.946 pasien pada 2023 menjadi 2.060 pasien sepanjang 2025.

Baca Juga :  Bhayangkari Polrestabes Surabaya Hijaukan Lingkungan Asrama Polisi Koblen

Menurut Ning Lia, peningkatan tersebut menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan layanan kesehatan mata semakin mendesak. Ia menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Ibu Gubernur Khofifah sangat serius dalam memperkuat layanan kesehatan mata melalui penguatan fasilitas rujukan dan tenaga medis,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ning Lia meninjau berbagai fasilitas RSMM, mulai dari ruang tunggu, kamar VIP, layanan kesehatan mata, hingga pemanfaatan pneumatic tube system untuk mempercepat distribusi obat.

“Rumah sakitnya sungguh bersih, wangi, super keren,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSMM Jawa Timur, A. A. Ayu Mas Kusumayanti, menyampaikan bahwa RSMM dikembangkan sebagai rumah sakit berbasis kompetensi, baik dari sisi pelayanan, pendidikan, maupun pengembangan layanan unggulan.

“RSMM Jawa Timur dikembangkan sebagai rumah sakit berbasis kompetensi, termasuk pemenuhan layanan spesialistik, pengembangan layanan baru, serta pelaksanaan rumah sakit pendidikan dan pelatihan,” jelasnya.

Saat ini, RSMM memiliki sejumlah layanan unggulan berskala nasional, di antaranya Infeksi dan Imunologi Mata, Glaukoma, Vitreoretina, Rekonstruksi, Okuloplasti dan Onkologi Mata, Low Vision dan Lensa Kontak, serta Katarak dan Bedah Refraktif.

Baca Juga :  Dukung Asta Cita Presiden Prabowo sebagai Prioritas Nasional, Polri Serahkan 378 Unit Perumahan bagi PNPP dan Masyarakat di Sultra

RSMM juga berstatus sebagai rumah sakit rujukan nasional dengan dukungan teknologi modern, termasuk sistem sirkulasi udara berstandar ketat untuk menjaga kebersihan ruang perawatan.

Selain itu, RSMM menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), sebagai rumah sakit pendidikan. Keberadaannya menjadi pusat rujukan tidak hanya bagi kabupaten dan kota di Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ini adalah aset strategis Jawa Timur sekaligus nasional. Negara harus memastikan keberlanjutan layanan, teknologi, dan sumber daya manusianya agar mampu menjawab tantangan kesehatan mata masyarakat ke depan,” pungkas Ning Lia. (bo)

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode