Menu

Korban Dugaan Pencabulan Oknum Lora Ponpes Nurul Karomah Bangkalan Dilaporkan Hilang Dua Pekan

Januari 23, 2026

Publikasiterkini.com° Bangkalan – Korban dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum lora Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, dilaporkan hilang sejak 7 Januari 2026. Hingga lebih dari dua pekan berlalu, keberadaan korban masih belum diketahui.

Polres Bangkalan terus melakukan pencarian terhadap korban. Namun, hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil. Polisi juga masih mendalami kasus dugaan pencabulan yang sebelumnya telah dilaporkan oleh korban.

Kasihumas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan penyidik telah memeriksa lima orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.

“Penyidik sudah memeriksa lima saksi. Selain itu, Satreskrim juga melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi di luar daerah,” ujar Agung, Kamis (22/1/2026).

Meski demikian, Agung mengakui bahwa korban hingga kini belum berhasil ditemukan. Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan dan pencarian masih terus dilakukan.

“Untuk sementara, itu yang sudah kami lakukan. Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan,” tambahnya.

Sementara itu, keluarga korban mengungkapkan adanya sejumlah kejanggalan setelah korban dinyatakan hilang. Salah satu anggota keluarga korban, Fitriyah, menyebut keluarga terduga pelaku beberapa kali mendatangi rumah korban.

Baca Juga :  Polres Tanjung Perak Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Kedepankan Pendekatan Humanis

Menurut Fitriyah, kedatangan tersebut dilakukan dengan tujuan melamar korban setelah kasus dugaan pencabulan dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun, upaya tersebut tidak pernah ditanggapi oleh keluarga korban.

“Sekitar lima kali pihak pondok ingin melamar korban, tapi tidak pernah diterima atau ditanggapi oleh keluarga kami,” ungkap Fitriyah.

Ia menduga langkah tersebut merupakan upaya untuk meredam kasus dan menyelesaikan persoalan di luar jalur hukum.

“Setelah S diketahui terlibat, ada utusan yang mengaku dikirim oleh S datang ke rumah korban. Setelah itu, korban hilang sampai sekarang,” bebernya.

Fitriyah juga menyoroti tidak adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang dapat merekam peristiwa saat korban diduga pergi atau dibawa oleh seseorang. Hingga kini, keluarga tidak memperoleh informasi apa pun terkait keberadaan korban.

“Kondisi ini membuat ibu korban sakit dan neneknya drop. Kami sangat khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap korban,” pungkasnya. (bo)

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode