Publikasiterkini.com° Tulungagung – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan yang berlokasi di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, dihentikan sementara dalam menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian ini menyusul adanya keluhan diare yang dialami ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu usai mengonsumsi menu MBG.
Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, membenarkan adanya laporan pelajar yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Senin (19/1/2026).
“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan tinjauan lapangan ke SMK Negeri 3 Boyolangu dan SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan,” ujar Sony, Selasa (20/1/2026).
Tinjauan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Bappeda Tulungagung. Dari hasil pendataan sementara, tercatat sebanyak 123 pelajar mengalami diare yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG.
Menu MBG yang dikonsumsi saat itu terdiri dari nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, selada, dan buah semangka. Sementara menu MBG untuk Selasa (20/1/2026) belum sempat dikonsumsi karena telah ditarik lebih dulu oleh pihak SPPG setelah munculnya keluhan.
“Dugaannya berasal dari menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya, karena menu hari ini belum dimakan,” jelas Sony.
Dinkes Tulungagung juga telah diminta mengambil sampel makanan MBG yang masih tersimpan di SPPG untuk dilakukan uji laboratorium. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar penentuan kelanjutan operasional SPPG.
Sony menambahkan, keluhan diare dirasakan pelajar dan beberapa guru sekitar 12 jam setelah mengonsumsi MBG, bahkan sebagian masih merasakan gejala hingga hari berikutnya. Selain itu, terdapat sekitar 70 pelajar yang dilaporkan izin tidak masuk sekolah.
“Masih kami dalami apakah 70 pelajar itu sakit akibat konsumsi MBG atau karena faktor lain. Kami sudah instruksikan pihak sekolah untuk memastikan kondisi mereka,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Tulungagung diminta menyiagakan 32 puskesmas di seluruh wilayah Tulungagung guna mengantisipasi kemungkinan adanya pelajar yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Sambil menunggu hasil uji laboratorium, Satgas MBG Tulungagung meminta SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan menghentikan sementara operasional penyaluran MBG.
“Kami belum bisa memutuskan apakah SPPG ini ditutup permanen atau tidak. Namun untuk sementara, operasional kami hentikan demi keamanan penerima manfaat,” pungkas Sony.
Pihaknya juga mengimbau para pelajar yang masih merasakan keluhan kesehatan untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat agar mendapat penanganan medis. (km)
(Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini