Menu

Bus Trans Jatim Koridor IV Gresik–Lamongan Dilempari OTK, Kaca Retak

Januari 17, 2026

Publikasiterkini.com° Gresik – Bus Trans Jatim Koridor IV rute Gresik–Lamongan menjadi sasaran aksi pelemparan batu oleh pengendara sepeda motor tak dikenal di Jalan Raya Deandels, kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik. Akibat insiden tersebut, kaca bagian kanan bus mengalami retak.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut aksi pelemparan terjadi sebanyak dua kali dan seluruh kejadian terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di armada Trans Jatim.

“Iya, sudah ada laporan. Pelemparannya terjadi dua kali dan sepeda motornya sama. Semuanya terekam kamera Trans Jatim,” ujar Nyono, Jumat (16/1).

Insiden itu terjadi saat bus Trans Jatim dengan kode lambung JTM 404 melaju dari Gresik menuju Terminal Paciran, Lamongan. Saat kejadian, bus mengangkut sekitar 18 penumpang dan melaju dengan kecepatan normal sekitar 48 kilometer per jam.

Nyono menegaskan, bus tidak melaju kencang maupun melakukan manuver berbahaya. Namun, dari arah berlawanan muncul pengendara sepeda motor yang diduga telah menyiapkan batu sebelum melemparkannya ke arah bus.

“Bus tidak menyalip, kecepatannya juga tidak tinggi. Tapi dari arah barat, pelaku itu sudah terlihat memegang batu, lalu saat bus melintas langsung dilempar,” jelasnya.

Baca Juga :  Malam Minggu Aman: Aksi Sigap Tiga Pilar Kenjeran dan Bulak Lewat Patroli Asuhan Rembulan

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kaca bus mengalami kerusakan akibat lemparan batu.

Dishub Jatim memastikan identitas kendaraan pelaku telah dikantongi. Nomor kendaraan terekam jelas melalui CCTV dan telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Identitas kendaraan sudah ada, nomor serinya juga terekam, dan sudah kami laporkan ke aparat kepolisian,” tegas Nyono.

Terkait kemungkinan pelaku merupakan orang yang sama dengan kasus pelemparan bus Trans Jatim pada November lalu, Nyono mengatakan hal tersebut masih dalam pendalaman. Meski sepeda motor yang digunakan memiliki warna dan jenis yang sama, nomor kendaraan tercatat berbeda.

“Motornya sama, warnanya hijau, tapi nomor serinya berbeda. Ini masih kami dalami bersama kepolisian,” ungkapnya.

Hingga kini, motif pelaku melakukan aksi pelemparan belum diketahui. Dishub Jatim menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Motifnya belum diketahui. Kita tunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian,” pungkasnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode