Menu

Infrastruktur Negara Dijarah, Kabel Trafo PLN Hilang 10 Meter di Sampang

Januari 16, 2026

Publikasiterkini.com° Sampang – Aksi pencurian aset strategis negara terjadi di Kabupaten Sampang, Madura. Kabel trafo milik PLN sepanjang sekitar 10 meter raib setelah dipotong, dikupas, dan diangkut pelaku di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang dikenal minim pengawasan.

Kejadian tersebut terungkap setelah pihak PLN menerima laporan masyarakat pada Rabu malam (14/01/2026). Saat petugas PLN tiba di lokasi, kondisi kabel sudah terputus, kulit tembaga dikupas di tempat, dan meninggalkan jejak perusakan serius yang berpotensi mengganggu keandalan sistem kelistrikan serta membahayakan keselamatan masyarakat.

Manager PLN, Redi Ramadhan, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan pencurian biasa, melainkan kejahatan terencana yang menyasar infrastruktur vital negara.

“Aksi penjarahan ini bukan hanya merugikan PLN, tetapi juga mengancam keandalan sistem kelistrikan dan keselamatan masyarakat. Polres Sampang harus bertindak tegas. Tangkap pelaku dan hentikan kejahatan ini,” tegas Redi, Kamis (15/01/2026).

Menurutnya, kabel yang dicuri merupakan komponen vital berbahan tembaga dengan nilai strategis tinggi. Dampaknya tidak hanya sebatas kerugian material, tetapi juga berisiko menimbulkan gangguan listrik hingga potensi kecelakaan fatal di sekitar jaringan.

Baca Juga :  Menanti Ketegasan Polsek Bubutan: Laporan Begal di Jalan Demak Jangan Cuma Jadi Tumpukan Berkas!

“Ini bukan pencurian receh. Ini kejahatan terencana yang menyasar aset strategis negara demi keuntungan gelap. Kami tidak akan mentoleransi kejahatan ini,” ujarnya.

PLN memastikan telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan menyiapkan seluruh berkas untuk proses hukum. Kasus ini dipastikan akan naik ke ranah pidana dan dilimpahkan ke Polres Sampang untuk diusut tuntas.

“Kami ingin perkara ini dibongkar sampai ke jaringannya. Pelaku harus ditangkap dan diadili,” tandas Redi Ramadhan.

Akibat pencurian kabel trafo di kawasan JLS Sampang tersebut, PLN terpaksa melakukan pekerjaan darurat hingga hari ini demi menjaga pasokan listrik tetap aman. Kondisi ini menjadi konsekuensi yang kembali harus ditanggung masyarakat akibat ulah segelintir pelaku kriminal.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa infrastruktur negara di wilayah-wilayah sepi seperti Jalur Lintas Selatan masih rawan dijarah. Jika kejahatan semacam ini terus dibiarkan, yang dipertaruhkan bukan hanya kabel tembaga, melainkan juga wibawa negara dan keselamatan rakyat.

Kini publik menunggu langkah tegas dari Polres Sampang untuk mengungkap pelaku, membongkar jaringan pencurian, dan menghentikan praktik kejahatan yang menjadikan fasilitas publik sebagai sasaran empuk di malam hari. (nc)

Baca Juga :  Gerak Cepat Polres Lamongan Ungkap Pencurian Truk, Tersangka Diamankan di Blora

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode