Menu

Wujudkan Keadilan Pendidikan, Pemkot Surabaya Beri Beasiswa untuk Mahasiswa PTS

Januari 11, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya – Realitas pahit masih dialami sebagian mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya. Keterbatasan biaya memaksa mereka menghentikan studi di tengah jalan, menggugurkan impian meraih gelar sarjana dan berisiko menambah angka pengangguran terdidik. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah arah kebijakan beasiswa pendidikan.

Jika sebelumnya bantuan pendidikan hanya menyasar mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN), kini Pemkot Surabaya resmi memperluas program beasiswa bagi mahasiswa PTS. Kebijakan ini diambil setelah ditemukan fakta bahwa mahasiswa PTS justru menjadi kelompok paling rentan mengalami putus studi akibat persoalan ekonomi.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Erringgo Perkasa, mengungkapkan bahwa keluhan serupa kerap disampaikan pihak kampus swasta. Banyak mahasiswa terpaksa berhenti kuliah karena tidak mampu membayar SPP.

“Mahasiswa PTS yang seharusnya bisa lulus malah memilih drop out. Kalau ini dibiarkan, bukan hanya pendidikan yang terhenti, tapi juga berpotensi menambah angka pengangguran,” ujar Erringgo.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemkot Surabaya mengambil langkah pemerataan akses beasiswa. Menurut Erringgo, kebijakan ini berlandaskan prinsip keadilan karena mahasiswa PTN dan PTS sama-sama warga Surabaya yang berhak mendapatkan akses pendidikan.

Baca Juga :  Semangat Berbagi, DPP Aliansi Madura Indonesia Sembelih 1 Sapi dan 5 Kambing untuk Warga Sekitar

“Yang kami bantu adalah warga Surabaya. Masa hanya karena kuliah di PTS lalu tidak mendapat kesempatan? Di situ rasa keadilannya,” tegasnya. (10/1)

Program beasiswa ini merupakan bagian dari kebijakan terukur yang dirancang Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Pemkot bahkan turun langsung ke sejumlah kampus swasta bersama Dewan Pendidikan untuk memastikan program benar-benar menjawab kebutuhan riil mahasiswa.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut datang dari kalangan perguruan tinggi. Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, Ph.D, menilai program beasiswa Pemkot sangat krusial. Ia menyebut angka mahasiswa PTS yang berhenti kuliah murni karena faktor ekonomi tergolong memprihatinkan.

“Banyak mahasiswa kami yang DO karena keterbatasan biaya. Program ini menjadi harapan besar agar mereka bisa melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Universitas Wijaya Putra (UWP), Surya Priyambudi. Ia menilai beasiswa Pemkot akan memacu semangat mahasiswa, terutama mereka yang aktif dalam kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Pemkot Surabaya menargetkan percepatan realisasi program ini dengan pendataan kampus mitra rampung pada Januari 2026. Beasiswa akan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) terbaru sebagai penyempurnaan regulasi sebelumnya. Hingga saat ini, Pemkot telah menjalin kerja sama dengan 27 perguruan tinggi.

Baca Juga :  Tragis! 15 Tahun Pohon Rumbia Tak Berbuah, Pengusaha Rujak di Meulaboh Kehilangan Cita Rasa Asli

Melalui program tersebut, Pemkot Surabaya menyiapkan kuota sekitar 24 ribu mahasiswa, terdiri dari 18 ribu mahasiswa PTN dan 6 ribu mahasiswa PTS. Prioritas diberikan kepada mahasiswa ber-KTP Surabaya dari keluarga miskin dan pra miskin, mahasiswa berprestasi, serta mahasiswa yatim piatu. (iN)

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode