Publikasiterkini.com° SURABAYA – Kota Atas Surabaya telah menjadi kawasan pilihan bagi petinggi kota dan pemerintah Hindia Belanda sejak abad ke-18 dan 19.
Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwono, mengatakan, tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan mereka antara lain adalah Simpang dengan Gedung Grahadi serta Gedung Setan di Kupang.
“Tempat-tempat tersebut adalah Simpang dengan gedung Grahadi yang dibangun oleh Dick Van Hogendorps pada 1775 serta Gedung Setan (Duivels huis) di Kupang yang dibangun pada 1809 dan merupakan rumah tuan tanah di Jawa Timur yang bernama J.A. Ridder van Middlekoop,” ujarnya.
Di zamannya, Simpang dan Kupang merupakan daerah luar kota yang sangat indah dan layak bagi para petinggi untuk menikmati waktu santai.
Keduanya memiliki sungai yang menjadi pemandangan menarik bagi kedua bangunan bersejarah tersebut.
“Misalnya Gedung Grahadi, yang sebelum direnovasi oleh Daendels, bagian depannya menghadap langsung ke sungai Kalimas,” imbuhnya.
Demikian pula dengan Gedung Setan yang hingga kini masih menghadap ke sungai Banyu Urip.
Nanang menyebut Kota Atas yang dikenal sebagai kawasan elit kota Surabaya di awal abad ke-20 tidak hanya terlihat dari bentuk bangunan dan lingkungan permukiman yang lebih lapang (tidak berdempetan), tetapi juga dari pemberian nama-nama jalan di kawasan tersebut.Umumnya nama jalan di sana menggunakan nama para petinggi pemerintah Hindia Belanda dan keluarga kerajaan Belanda.
“Contohnya, jalan Dr. Sutomo dulunya bernama Coen Boulevard (disebut demikian dari nama Gubernur Jenderal Jan Pietersen Coen), Jalan Kombespol M. Duriart yang dulunya bernama Juliana Boulevard (nama Ratu Belanda), serta Jalan Tidar yang sebelumnya bernama Prins Hendriks. Selain itu, terdapat juga sejumlah jalan berbentuk boulevard seperti Darmo Boulevard, Goebeng Boulevard, dan Ketabang Boulevard,” jelasnya.
Konon kota Surabaya pada periode 1900-1950 dengan perkembangan yang terjadi di wilayah Kota Atas tumbuh menjadi kota yang lebih modern.
Keunggulan kawasan tersebut terlihat jelas di kawasan elit Belanda yang berada di Jalan Tunjungan dan Simpang.
SHOFA


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini