Menu

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Serap Tenaga Kerja Lokal Terdampak Banjir

Januari 8, 2026

Publikasiterkini.com° Aceh – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya menjadi bagian dari percepatan pemulihan pascabencana, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi warga setempat. Proyek tersebut membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal yang kehilangan mata pencarian akibat bencana banjir.

Pengawas pekerja huntara, Eri Sobirin, mengatakan pembangunan hunian sementara disambut antusias oleh masyarakat. Sebagian besar tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal yang terdampak langsung bencana.

“Alhamdulillah dengan adanya pembangunan huntara ini bisa menyerap tenaga kerja dari penduduk lokal yang kena musibah. Kurang lebih sekitar 80 persen tenaga kerja berasal dari warga terdampak banjir,” ujar Sobirin saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, proyek pembangunan huntara menjadi angin segar bagi warga yang sebelumnya kehilangan pekerjaan akibat tempat usaha maupun lokasi kerja mereka ikut terdampak banjir.

Dengan dilibatkan dalam pembangunan huntara, warga kini kembali memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sobirin menambahkan, selain membuka lapangan pekerjaan, pembangunan huntara juga diharapkan dapat segera memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak selama masa transisi pemulihan pascabencana.

Baca Juga :  Semangat 'Polisi Bersama Masyarakat: Polda Jatim Dirikan Posko Karhutla dan Distribusikan Air Bersih di Pasuruan

“Mudah-mudahan dengan adanya proyek huntara ini, warga bisa segera menghuni rumah sementara tersebut. Masih banyak warga di pelosok yang terlantar, sehingga kami berharap hunian ini bisa cepat ditempati,” katanya.

Hunian sementara tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal sementara agar masyarakat terdampak banjir dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan tertata.

Pembangunan huntara Aceh Tamiang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti MCK, tandon air, musala, tempat wudu dan cuci, jalan pedestrian, drainase, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Seluruh fasilitas tersebut dirancang agar hunian dapat langsung digunakan dan memenuhi kebutuhan dasar para penghuninya. (iN)

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode