Menu

Luapan Sungai Kamoning Rendam Ratusan Rumah di Sampang, Status Siaga Dua Ditetapkan

Januari 4, 2026

Publikasiterkini.com° Sampang – Banjir akibat luapan Sungai Kamoning merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (4/1/2026) pagi. Banjir terjadi sekitar pukul 08.15 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu sungai.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mencatat ketinggian air rata-rata mencapai 40 sentimeter dan masih berpotensi meningkat. Kondisi ini dipicu oleh tinggi muka air di hulu Sungai Kamoning yang masih berada pada level waspada.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan banjir berdampak pada sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sampang.

“Banjir saat ini berangsur naik karena ketinggian air di hulu masih berada pada level waspada dengan tinggi muka air 5,47 meter,” ujar Hozin dalam laporan situasi kebencanaan.

Di Desa Pangilen, banjir menggenangi permukiman warga di Dusun Beben sebanyak 10 kepala keluarga (KK) dan Dusun Raduy sebanyak 20 KK. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai sekitar 50 sentimeter.

Desa Banyumas menjadi wilayah terdampak paling parah. Banjir merendam Dusun Kajuk sebanyak 55 KK, Dusun Lenteng 30 KK, Dusun Prajin 34 KK, serta Dusun Trogen 19 KK, dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter.

Baca Juga :  Jago Merah Mengamuk di Kedinding Lor: Toko Percetakan Dua Lantai Hangus Dilahap Api

Sementara itu, di Desa Kamoning, genangan air menggenangi Dusun Perreng sebanyak 75 KK, Dusun Tiban 80 KK, dan Dusun Nandi 25 KK. Ketinggian air di kawasan ini tercatat sekitar 40 sentimeter.

Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter. Beberapa ruas jalan yang terdampak di antaranya Jalan Raya Panggung, Jalan Raya Imam Bonjol, dan Jalan Pemuda Satria, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

BPBD Kabupaten Sampang telah menetapkan wilayah Kecamatan Sampang dalam status siaga dua. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir.

“Total wilayah Kabupaten Sampang terpantau siaga dua, dengan kondisi pengungsi nihil,” kata Hozin.

BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan banjir serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih cukup tinggi.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode