Menu

Kerangka Manusia Ditemukan di Lereng Gunung Jinem Pacitan, Diduga Warga Hilang Sejak Juli 2025

Januari 3, 2026

Publikasiterkini.com° Pacitan – Proses evakuasi kerangka manusia yang ditemukan di lereng Gunung Jinem, Dusun Krajan, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, berlangsung dramatis, Sabtu (3/1/2026).

Petugas Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Pacitan yang dibantu warga serta Pemerintah Desa Wonoanti harus berjalan kaki sekitar 500 meter menuju lokasi penemuan. Selain itu, petugas juga harus menaiki lereng berbatu yang cukup terjal untuk menjangkau titik keberadaan kerangka.

Medan yang curam memaksa petugas menggunakan tali tambang demi keselamatan saat proses evakuasi. Kondisi tulang belulang korban juga sudah tidak utuh dan berhamburan, sebagian di antaranya tersangkut di ranting-ranting pohon di lereng gunung.

“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 11.00 WIB. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pacitan dan Unit Inafis untuk langsung turun ke lokasi,” ujar Iptu Didik Puji Hartono saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Berdasarkan ciri-ciri pakaian yang masih tersisa, korban diduga kuat adalah Misdi (61), warga Dusun Duren, Desa Wonoanti. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak 9 Juli 2025.

“Dari sisa pakaian yang ditemukan, korban mengenakan celana hitam. Hal tersebut telah dikonfirmasi dan dibenarkan oleh pihak keluarga,” jelas Iptu Didik.

Baca Juga :  Momentum Sumpah Pemuda, 5.000 Mahasiswa dan Santri Gelar Konsolidasi Akbar di Mapolda Jatim

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Petugas mengevakuasi tulang belulang yang tersangkut di ranting pohon satu per satu sebelum dikumpulkan di satu titik.

Setelah seluruh bagian kerangka berhasil dievakuasi, tulang dan tengkorak korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Dugaan sementara, korban terjatuh dari atas bukit dan sempat tersangkut di ranting pohon di lereng Gunung Jinem. Sejak dinyatakan hilang pada 9 Juli 2025, warga bersama pemerintah desa dan anggota Polsek Tulakan sempat melakukan pencarian selama sekitar dua pekan, namun tidak membuahkan hasil. Kerangka korban baru ditemukan sekitar lima bulan kemudian. (bj)

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode