Menu

Mulai 10 April, ASN Surabaya WFH Setiap Jumat: Hemat BBM Jadi Target Utama

April 1, 2026

Publikasi-terkini.com° Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengikuti arahan pemerintah pusat terkait pelaksanaan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang akan diterapkan setiap hari Jumat, mulai pekan depan, 10 April 2026.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa pihaknya patuh secara penuh terhadap instruksi yang telah diterbitkan pemerintah pusat pada Selasa malam (31/3/2026) kemarin.

“Kalau pemerintah pusat WFH-nya Jumat, ya kita akan ikut Jumat. Tapi Jumatnya tetap ada kerja bakti ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Setelah kerja bakti bisa pulang,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (1/4/2026).

Eri juga menyampaikan, meskipun para ASN telah menjalani WFH di hari Jumat, Pemkot Surabaya tetap akan menerapkan kebijakan ASN menggunakan transportasi umum (transum) atau bersepeda saat masuk kantor pada Rabu atau Kamis. Kebijakan ini bertujuan mendukung efisiensi energi sekaligus menghemat bahan bakar minyak (BBM).

“Jadi hari Rabu atau Kamis ASN tidak menggunakan kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi, tetapi menggunakan transportasi umum,” kata Eri.

Namun, Wali Kota Eri menegaskan kebijakan tersebut tidak berlaku bagi ASN yang menggunakan kendaraan listrik karena dinilai sudah sejalan dengan upaya penghematan energi.

Baca Juga :  DPRD Probolinggo Soroti Kinerja DPMPTSP: Investasi Boleh Besar, Aturan Tetap Nomor Satu

“Kalau ASN yang mobilnya listrik, ya silakan. Jadi mobil listrik, sepeda motor listrik, sudah ada di pemkot. Jadi itu terkecuali, silakan pakai,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH), baik untuk ASN maupun swasta, serta pembatasan perjalanan dinas dalam dan luar negeri.

Hal itu disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026). Langkah kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Presiden Prabowo Subianto yang disebut sebagai “8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional”, sekaligus kebijakan yang mencakup sektor energi.

“Situasi ini bukanlah hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku yang modern dan efisien. Perlu ditekankan bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga,” terangnya.

Adapun poin-poin kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, yakni penerapan WFH bagi ASN pusat dan daerah selama satu hari dalam seminggu, yaitu hari Jumat. Kebijakan ini akan berlandaskan Surat Edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Baca Juga :  1 Tahun Kepemimpinan, Dishub Probolinggo Benahi Transportasi: Tertib, Aman, Nyaman

Kemudian, efisiensi mobilitas termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas sebesar 50%, kecuali operasional dan kendaraan listrik, serta mendorong penggunaan transportasi publik. Selanjutnya, efisiensi perjalanan dinas dalam negeri sebesar 50% dan luar negeri hingga 70%.

“Khusus untuk daerah ada imbauan untuk penambahan jumlah hari, durasi waktu, dan cakupan ruas jalan car free day sesuai karakter masing-masing daerah, dan akan diatur dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri,” ungkap Airlangga.

 

Sofi/bj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode